Dalam beberapa bulan terakhir, istilah “Sekolah Rakyat” kembali muncul dan menjadi bahan pembicaraan hangat. Bukan sekadar nostalgia tentang Sekolah Rakyat (SR) zaman dulu, tetapi sebuah program pendidikan baru berskala nasional yang sedang dimatangkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan siap diluncurkan tahun ajaran 2025–2026. Jadi, apa itu Sekolah Rakyat?
Program ini bukan sekadar sekolah alternatif, tetapi desain pendidikan sosial yang benar-benar baru dirancang untuk anak-anak dari keluarga termiskin, memberikan pendidikan gratis, lengkap dengan asrama, makan, seragam, hingga pembinaan karakter.
Lalu, apa itu Sekolah Rakyat versi baru sebenarnya? Bagaimana konsepnya? Apa yang membedakannya dari sekolah biasa? Dan mengapa Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan program ini?
Mari kita bahas secara lengkap, detail, dan menyenangkan.
Daftar Isi
- Apa Itu Sekolah Rakyat?
- Program Nasional yang Dimatangkan Langsung oleh Presiden
- Pentingnya Sekolah Rakyat
- Sistem Pendidikan di Sekolah Rakyat
- Jenjang Pendidikan di Sekolah Rakyat
- Kolaborasi Besar: Tidak Hanya Kemensos yang Bergerak
- Kapan Pendaftaran Sekolah Rakyat Dibuka?
- Apa Bedanya Sekolah Rakyat dengan Sekolah Formal Biasa?
- Info Loker di Sekolah Rakyat 2025
- Apa Itu Sekolah Rakyat: Menghadirkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Secara konsep, Sekolah Rakyat adalah sekolah gratis 100% yang disediakan pemerintah untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang masuk kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Yang membuatnya unik adalah:
- seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah,
- ada asrama untuk tempat tinggal,
- makan disediakan gratis,
- seragam dan perlengkapan sekolah juga gratis,
- dan setiap siswa mendapatkan pembinaan karakter serta pendampingan intensif.
Jadi bukan hanya “sekolah gratis,” tetapi paket lengkap pendidikan + pengasuhan + pembinaan sosial.
Sekolah ini dirancang sebagai jembatan bagi anak-anak dari kondisi ekonomi paling rentan, agar mereka memiliki akses pendidikan setara atau bahkan lebih baik dari sekolah formal biasa.
Program Nasional yang Dimatangkan Langsung oleh Presiden
View this post on Instagram
Program Sekolah Rakyat tidak muncul begitu saja. Pada 10 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat khusus di Istana Merdeka untuk membahas:
- lokasi sekolah,
- kesiapan sarana dan prasarana,
- kurikulum,
- kerja sama lintas lembaga,
- serta mekanisme seleksi peserta didik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan bahwa hingga Maret 2025:
- 53 lokasi sudah siap membuka Sekolah Rakyat,
- terdiri dari 41 Sentra dan Balai Kemensos,
- 9 lokasi di Jawa Timur,
- 2 universitas,
- dan 1 lokasi di Sumatera Barat.
Menariknya, jumlah ini masih akan terus bertambah karena Kemensos masih berkoordinasi dengan para gubernur, bupati, dan wali kota.
Program ini dijadwalkan mulai berjalan secepatnya Juli 2025, di wilayah yang siap infrastruktur dan SDM-nya.
Pentingnya Sekolah Rakyat
Ya! salah satu alasan pentingnya sekolah ini atau kenapa sekolah rakyat ini dibutuhkan, alasannya sederhana, karena masih banyak anak Indonesia yang:
- tidak bersekolah karena kemiskinan,
- tinggal di lingkungan rawan,
- putus sekolah karena tekanan ekonomi,
- tidak mendapatkan dukungan pendidikan di rumah,
- atau tinggal terlalu jauh dari fasilitas pendidikan berkualitas.
Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab ketimpangan tersebut. Tujuan besarnya:
1. Memutus rantai kemiskinan antar-generasi
Memberikan pendidikan berkualitas bagi anak miskin adalah salah satu cara paling efektif mengangkat mereka ke kehidupan yang lebih baik.
2. Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif
Dengan sistem asrama, anak-anak tidak perlu khawatir soal makan, biaya transportasi, atau kondisi rumah yang tidak kondusif.
3. Mengembangkan karakter dan kepemimpinan
Sekolah Rakyat tidak hanya mengajarkan matematika atau IPA, tetapi juga:
- disiplin,
- kerja sama,
- tanggung jawab,
- cinta tanah air,
- dan mental leadership.
4. Mendorong pemerataan pendidikan nasional
Dengan acuan standar nasional, sekolah ini bukan “kelas dua”, melainkan sekolah unggulan berbasis inklusi sosial.
Sistem Pendidikan di Sekolah Rakyat
Konsep Sekolah Rakyat versi Kemensos cukup ambisius. Model sekolahnya memadukan:
- sistem pendidikan formal (SD, SMP, SMA),
- pembinaan karakter,
- pendidikan asrama,
- dan intervensi sosial.
1. Kurikulum Berstandar Nasional + Penguatan Karakter
Selain mengikuti kurikulum nasional, Sekolah Rakyat menambah fokus pada:
- pendidikan moral,
- nasionalisme,
- kepemimpinan,
- keterampilan hidup (life skills),
- dan pelatihan vokasi sederhana sesuai usia.
2. Sekolah dengan Sistem Asrama
Setiap siswa tinggal di asrama dengan manajemen profesional.
Hal ini penting agar:
- anak terlindungi,
- dapat fokus belajar,
- dan mendapat pembinaan 24 jam dari guru serta pendamping sosial.
3. Semua Kebutuhan Siswa Dipenuhi
Mulai dari makan 3 kali sehari, seragam, alat tulis, hingga kebutuhan personal. Dalam kata-kata Gus Ipul (dilansir dalam https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial/):
“Sekolah gratis 100 persen. Seragamnya, makan, semua gratis dan ada asramanya.”
4. Seleksi dengan Dua Tahap
Karena diperuntukkan bagi keluarga paling miskin, seleksi dimulai dari:
- verifikasi status ekonomi (berbasis DTSEN),
- dilanjutkan dengan tes akademik sederhana sesuai jenjang.
Jenjang Pendidikan di Sekolah Rakyat
Program ini mencakup tiga jenjang sekaligus:
- Sekolah Dasar (SD)
- Sekolah Menengah Pertama (SMP)
- Sekolah Menengah Atas (SMA)
Dengan cakupan tiga tingkat ini, pemerintah ingin memberi jalur pendidikan yang utuh dari dasar hingga akhir menengah.
Kolaborasi Besar: Tidak Hanya Kemensos yang Bergerak

Gus Ipul menegaskan bahwa program ini bukan kerja satu kementerian saja, tetapi:
- Kemensos,
- Kemendikbud,
- Kemenag,
- Kemendagri,
- Pemerintah daerah,
- hingga universitas.
Ini proyek nasional, sehingga berbagai lembaga ikut memastikan fasilitas, kurikulum, tenaga pendidik, dan mekanisme pendampingannya siap beroperasi.
Kapan Pendaftaran Sekolah Rakyat Dibuka?
Rencananya, rekrutmen siswa dan guru akan mulai dibuka akhir Maret atau awal April 2025, menunggu persetujuan final dari Presiden.
Jika tidak ada hambatan, pendaftaran umum sudah bisa dilakukan 1–2 bulan setelahnya.
Ya! Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan masa depan yang:
- tidak membeda-bedakan murid berdasarkan kondisi ekonomi,
- memberikan kesempatan yang sama untuk belajar,
- dan menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, serta berkarakter.
Program ini juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan talenta unggul dari seluruh lapisan masyarakat.
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dengan Sekolah Formal Biasa?
Untuk memudahkan gambaran, berikut perbedaan utamanya:
| Aspek | Sekolah Rakyat | Sekolah Formal |
|---|---|---|
| Biaya | Gratis 100% + kebutuhan hidup | Ada biaya tertentu |
| Target | Anak miskin/miskin ekstrem | Semua kalangan |
| Sistem | Asrama (boarding) | Non-asrama |
| Pendampingan | Pembinaan sosial & psikologis intens | Terbatas |
| Kurikulum | Nasional + karakter & keterampilan | Nasional |
| Pengelola | Kemensos + lintas lembaga | Kemendikbud/Kemenag |
Terlihat jelas bahwa Sekolah Rakyat bukan sekolah alternatif biasa, tetapi sekolah unggulan berbasis misi sosial.
Baca Juga: Info Lengkap: Kemensos Buka 3.003 Formasi PPK Guru untuk Sekolah Rakyat!
Info Loker di Sekolah Rakyat 2025
Selain menyiapkan peluncuran Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025–2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga membuka kesempatan bagi para tenaga kependidikan untuk ikut terlibat langsung dalam program ini. Pada Desember 2025, Kemensos resmi membuka 3.003 formasi PPPK Tenaga Kependidikan yang akan ditempatkan di Sekolah Rakyat.
View this post on Instagram
Formasi tersebut mencakup beberapa jabatan penting, seperti:
- Wali Asuh
- Wali Asrama
- Operator Sekolah
- Pengelola Keuangan
- Tenaga Administrasi
Pendaftaran dilakukan secara online melalui SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id) dengan rentang waktu 3–7 Desember 2025. Seleksi mencakup verifikasi administrasi serta Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT), termasuk psikotes.
Prioritas kelulusan diberikan kepada:
- PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kemensos,
- Diikuti PPPK Paruh Waktu di instansi pemerintah lainnya.
Pengumuman hasil seleksi akan dipublikasikan lewat laman resmi SSCASN serta situs kemensos.go.id.
Dengan dibukanya rekrutmen ini, Sekolah Rakyat bukan hanya memberi peluang pendidikan gratis yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk berkontribusi dalam program sosial berskala nasional.
Baca Juga: Apakah Non-ASN Bisa Ikut Seleksi PPPK Kemensos Sekolah Rakyat 2025? Ini Jawabannya!
Apa Itu Sekolah Rakyat: Menghadirkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua
Sekolah Rakyat adalah langkah besar pemerintah dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga paling rentan di Indonesia.
Dengan konsep:
- sekolah gratis total,
- asrama lengkap,
- kurikulum nasional + penguatan karakter,
- seleksi berbasis data ekonomi negara,
- serta kolaborasi lintas kementerian,
program ini diharapkan menjadi tonggak penting perjalanan pendidikan Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan merata.
Ingin terus mengikuti perkembangan terbaru seputar program Sekolah Rakyat, kebijakan pendidikan, dan update peluang karier di sektor sosial? Jangan lewatkan berita lainnya di Toprankmedia.id, platform informasi yang selalu menghadirkan insight aktual, jelas, dan mudah dipahami.






