Investasi saham di sektor perbankan lagi naik level. Kalau dulu saham bank identik dengan institusi konvensional dan kantor cabang di mana-mana, sekarang panggungnya mulai diambil alih oleh saham bank digital. Di 2026, bank digital bukan lagi “pendatang baru”, tapi sudah jadi mesin pertumbuhan yang serius di Bursa Efek Indonesia.
Pertanyaannya: saham bank digital apa saja yang layak dilirik di 2026? Mana yang cocok buat Gen Z, mana yang aman buat jangka panjang, dan mana yang punya potensi cuan tinggi tapi tetap rasional?
Artikel ini membahas 10 saham bank digital terbaik 2026, lengkap dengan kode saham, karakter bisnis, hingga strategi memilihnya, dengan bahasa yang santai, tapi tetap berbobot.
Daftar Isi
- Apa Itu Saham Bank Digital?
- Apa Saja Bank Digital di Indonesia?
- Kenapa Saham Bank Digital Menarik di 2026?
- Daftar 10 Saham Bank Digital Terbaik 2026
- Saham Bank Digital 2025 vs 2026: Apa Bedanya?
- Pertanyaan Umum Investor Pemula
- Strategi Memilih Saham Bank Digital Terbaik
- Jadi, Sudah Mulai Tertarik dengan Saham Bank Digital?
Apa Itu Saham Bank Digital?
Saham bank digital adalah saham perusahaan perbankan yang model bisnis utamanya berbasis layanan digital, mulai dari pembukaan rekening online, transaksi via aplikasi, hingga ekosistem keuangan tanpa banyak cabang fisik.
Ciri utama bank digital:
- Fokus pada aplikasi & teknologi
- Biaya operasional lebih efisien
- Pertumbuhan nasabah agresif
- Menyasar Gen Z & milenial
Karena itulah, saham bank digital Indonesia sering dianggap sebagai “saham growth” dengan potensi jangka panjang.
Apa Saja Bank Digital di Indonesia?
Sebelum masuk ke saham, penting tahu dulu pemainnya. Bank digital di Indonesia antara lain:
- Bank Jago
- Bank Neo Commerce
- Bank Aladin Syariah
- Allo Bank
- Bank Raya
- SeaBank
- BCA Digital (blu)
- Bank Syariah Indonesia (digital services)
Tidak semuanya sudah IPO sebagai entitas digital murni, tapi eksposur digitalnya kuat dan itu tercermin di pergerakan sahamnya.
Kenapa Saham Bank Digital Menarik di 2026?
Beberapa alasan kenapa saham bank digital 2025–2026 jadi sorotan:
- Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) digital sangat cepat
- Biaya operasional rendah → margin lebih efisien
- User base tumbuh puluhan persen per tahun
- Valuasi relatif murah dibanding potensi jangka panjang
Buat Gen Z, ini tipe Bank Digital Terbaik yang bukan cuma dipakai, tapi juga bisa dimiliki lewat saham.
Baca Juga: 13 Cara Investasi Saham untuk Pemula Lengkap
Daftar 10 Saham Bank Digital Terbaik 2026
Berikut daftar online banking stocks yang paling banyak dianalisis dan diminati investor pada 2026.
1. Bank Jago – ARTO
Kode saham Bank Jago: ARTO

Saham ARTO (Bank Jago) capai harga Rp2.500-an per Januari 2026, naik 120% dari low 2025 berkat DPK Rp25 triliun dan user app 15 juta+. PBV 1.5x undervalued, dividen yield 4%, ROE 18%, ideal bank digital terbaik buat trading harian dengan fitur kantong virtual.
Risiko: Kompetisi ketat dari super app, tapi integrasi Gojek bikin resilient.
Bank Jago dikenal sebagai “rajanya budgeting digital”. Fitur kantong keuangan dan integrasi ekosistem membuat ARTO jadi salah satu online banking stocks terbaik dari sisi inovasi.
Karakter:
- Fokus teknologi & user experience
- Cocok untuk growth investor
- Volatil tapi potensial
ARTO sering disebut sebagai representasi Bank Digital Terbaik versi fintech-first.
2. Bank Neo Commerce – BBYB
Kode saham: BBYB

BBYB menempuh jalur yang lebih hati-hati. Pertumbuhannya tidak seagresif ARTO, tapi stabil dan disiplin. BBYB (Neo Bank) tutup 2025 di Rp1.800, proyeksi Rp2.200 di 2026 dengan laba Rp600 miliar dan CAR 48% super kuat. Dividen 5.5%, NPL rendah 2.5%, fokus strategi selektif bikin saham ini bank digital terbaik untuk hold long-term.
Kekurangan: Limit kredit digital masih konservatif, tapi aman buat portofolio defensif.
Keunggulan:
- Fundamental relatif kuat
- Digital saving & lending selektif
- Cocok untuk hold jangka menengah
Banyak investor menilai BBYB sebagai online banking stocks dengan risiko lebih terukur.
3. Bank Aladin Syariah – BANK
Kode saham: BANK

Ini salah satu saham bank digital syariah paling populer. Bank Aladin fokus pada ekosistem halal dan digital onboarding.
BANK (Bank Aladin Syariah) lagi bullish di Rp1.000, naik 150% YTD 2025 setelah award Best Digital Syariah, DPK Rp10 triliun. Saham bank digital syariah top dengan ROE 20%, bagi hasil kompetitif tarik UMKM halal. Cocok bank digital syariah terbaik di Indonesia buat investor syariah, dividen 6% projected.
Kenapa menarik?
- Tren keuangan syariah naik
- Model bisnis digital murni
- Cocok untuk investor syariah
Tidak berlebihan kalau BANK sering masuk daftar Bank Digital Terbaik versi syariah.
4. Allo Bank – BBHI
Kode saham: BBHI

BBHI (Allo Bank) valuasi Rp3.000, pertumbuhan laba 80% dari ekosistem konglomerat, user 8 juta via app paylater. PBV 2x premium tapi justified oleh deposito bank digital syariah hybrid dan cashback agresif. Bank digital terbaik buat growth investor, tapi waspada volatilitas NPL.
Didukung konglomerasi besar, Allo Bank punya kekuatan ekosistem ritel, loyalty, dan paylater.
Ciri utama:
- Pertumbuhan cepat
- Valuasi relatif premium
- Cocok untuk investor agresif
BBHI cocok buat kamu yang siap dengan fluktuasi demi potensi cuan besar.
5. Bank Raya – AGRO
Kode saham: AGRO

Bank Raya adalah contoh bank transformasi digital yang underrated. Fokusnya ke UMKM dan digital lending.
AGRO (Bank Raya) Rp1.200, laba Q3 2025 Rp35 miliar dengan CASA 8% tinggi, ekspansi kredit Rp8 triliun. Dividen yield 5%, ROE 16%, bank digital ala value play dengan inovasi likuiditas. Risiko rendah berkat backing investor tech.
Kenapa BESR menarik?
- Valuasi relatif murah
- Potensi turnaround
- Dividen mulai konsisten
Dalam kategori value play, BESR sering masuk radar saham bank digital terbaik.
6. SeaBank – (IPO / Exposure Grup)

Meskipun SeaBank Indonesia belum melantai di bursa domestik (BEI), namanya tetap menjadi magnet bagi investor bank digital. Saat ini, investor hanya bisa mendapatkan eksposur SeaBank melalui induk usahanya, Sea Limited (NYSE: SE).
- Kinerja Per 2026: SeaBank tetap menjadi salah satu bank digital paling menguntungkan di Indonesia dengan dukungan ekosistem Shopee yang masif. Laba bersih terus tumbuh stabil didorong oleh efisiensi operasional tinggi.
- Analisis: Jika di tahun 2026 muncul aksi korporasi berupa spin-off atau IPO lokal bagi SeaBank Indonesia, saham ini diprediksi akan memiliki valuasi premium dengan target PBV di atas rata-rata industri karena basis pengguna aktifnya yang besar.
- Keunggulan: Dikenal dengan fitur bunga tabungan cair harian, bebas biaya admin, dan integrasi pembayaran real-time dengan ekosistem Garena serta Shopee.
7. BCA Digital (blu) – BBCA (Indirect)
Nama saham BCA apa? → BBCA

Walau blu belum IPO terpisah, kontribusi digitalnya tercermin di BBCA. Ini opsi aman buat investor konservatif.
Meski belum listing terpisah, blu BCA saham induk BBCA naik 15% berkat digital arm, user 5 juta dengan bluRewards. ROE BCA 25%, dividen 4.5%, indirect bank digital terbaik via exposure BCA digital. Aman buat blue chip hunter.
Keunggulan:
- ROE tinggi
- Dividen stabil
- Digital exposure tanpa risiko startup
BBCA adalah cara “main aman” di dunia saham bank digital Indonesia.
8. Bank Syariah Indonesia – BRIS
Kode saham: BRIS

BRIS Rp450, top saham bank digital syariah dengan aset Rp250 triliun, masuk blue chip syariah global. Dividen 6.8%, NIM ekspansi 5.5%, ROE 18%, bank digital syariah terbaik di Indonesia nomor satu. Prediksi outperform IHSG 7% di 2026.
BRIS adalah raksasa saham bank digital syariah. Meski bukan pure digital, layanan digitalnya sangat kuat.
Kenapa BRIS menarik?
- Market share besar
- Masuk indeks syariah global
- Stabil & likuid
Banyak analis menyebut BRIS sebagai Bank Digital Terbaik versi stabilitas syariah.
9. BTPN Syariah – BTPS
Kode saham: BTPS

BTPS Rp800, koreksi 12% tapi fundamental solid aset Rp20 triliun, ROE 17% dari pembiayaan perempuan. Dividen 5%, deposito bank digital syariah 6.25% tarik dana murah. Value buy post-BSN competition.
Ya! BTPS fokus pada pembiayaan UMKM perempuan dan microfinance berbasis digital.
Karakter:
- Fundamental solid
- Dividen konsisten
- Cocok untuk value investor syariah
BTPS sering jadi pelengkap portofolio saham bank digital syariah.
10. Bank Nano Syariah – (Potensi IPO)

Nama ini mulai sering dicari. IPO bank digital dari Bank Nano Syariah disebut-sebut jadi salah satu kandidat menarik.
Ya! Nanobank Syariah potensi listing 2026 via BSIM (Bank Sinarmas group), DPK Rp5 triliun, award Marketeers. Bank digital syariah terbaik di Indonesia pure digital, deposito bank digital syariah fleksibel 4.8%. High growth 200% YoY, speculative gem.
Kenapa diperhatikan?
- Pure digital syariah
- Fokus deposito & tabungan digital
- Potensi pertumbuhan tinggi
Meski masih spekulatif, Bank Nano Syariah masuk watchlist investor early mover.
Baca Juga: Cara Beli Saham Mudah & Aman untuk Pemula, Simak!
Saham Bank Digital 2025 vs 2026: Apa Bedanya?
Di 2025, bank digital fokus “bakar uang” untuk akuisisi user.
Di 2026, fokus bergeser ke:
- Profitabilitas
- Efisiensi
- Kualitas kredit
Itu sebabnya saham bank digital 2025 yang bertahan dan membaik kinerjanya justru jadi kandidat unggulan di 2026.
Pertanyaan Umum Investor Pemula
– Apa saja saham bank?
BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, ARTO, BBYB, BRIS, BTPS, BBHI, BESR.
– 1 lot saham BRI harganya berapa?
1 lot = 100 saham. Harga tergantung pasar saat beli.
– Bursa efek saham bank digital di mana?
Semua diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Strategi Memilih Saham Bank Digital Terbaik
Sesuaikan dengan profil risiko:
- Growth: ARTO, BBHI
- Value: BBYB, BESR
- Syariah: BANK, BRIS, BTPS
- Aman: BBCA
Idealnya, saham bank digital maksimal 20–30% dari portofolio.
Baca Juga: 6 Investasi yang Paling Menguntungkan, Berani Coba?
Jadi, Sudah Mulai Tertarik dengan Saham Bank Digital?
Online Banking Stocks di 2026 bukan lagi sekadar hype, tapi bagian penting dari transformasi industri keuangan Indonesia. Dari ARTO yang agresif, BRIS yang stabil, hingga BANK yang syariah-first, semuanya punya peran masing-masing.
Kuncinya bukan mencari yang “paling viral”, tapi yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risikomu. Dengan riset yang tepat, Online Banking Stocks bisa jadi jalan cuan jangka panjang, bukan sekadar ikut tren.
Kalau dikelola dengan bijak, ini bukan cuma investasi, tapi bagian dari strategi finansial modern ala Gen Z yang cerdas.
Butuh insight terkini soal perbankan, lifestyle, dan finance terpercaya, fresh, dan relevan? stay tuned hanya di Toprank Media.






