Toprank Media
  • Otomotif
  • Electronic
  • Interior
  • Lifestyle
  • Finance
  • Beauty
  • Finance
  • Internet
  • Travel
  • Food
  • Login
Toprank Media

Benarkah AI Boros Air Bersih? Simak Faktanya di Sini!

Lili by Lili
October 13, 2026
in Internet
Reading Time: 9 mins read
A A
0
Apakah AI Menggunakan Air Bersih

Kecerdasan buatan atau AI menggunakan air secara tidak langsung melalui infrastruktur yang menjalankan dan mendukung teknologi tersebut. Jadi, ketika muncul pertanyaan “apakah AI menggunakan air bersih?”, jawabannya adalah bisa, tergantung pada sistem pendingin, lokasi data center, serta sumber air yang digunakan.

AI tidak membutuhkan air untuk menghasilkan jawaban secara langsung. Namun, model AI seperti chatbot, generator gambar, hingga sistem AI untuk video dijalankan pada server di data center. Server tersebut membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan menghasilkan panas ketika bekerja. Agar tetap beroperasi pada suhu yang aman, data center membutuhkan sistem pendingin yang dalam kondisi tertentu menggunakan air.

Persoalan inilah yang membuat konsumsi air AI menjadi salah satu topik lingkungan yang semakin banyak diperbincangkan.

Lantas, berapa banyak air yang dihabiskan AI, dari mana air tersebut berasal, dan apakah perkembangan AI benar-benar dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air?

Berikut penjelasannya.

Daftar Isi

  • Apakah AI Menggunakan Air Bersih?
  • Mengapa AI Membutuhkan Air?
    • Air Digunakan untuk Mendinginkan Data Center
    • Air juga Digunakan Secara tidak Langsung Melalui Listrik
  • Berapa Banyak Air yang Dihabiskan AI?
  • Apakah Satu Pertanyaan ke AI Menghabiskan Air?
  • Mengapa Konsumsi Air AI Menjadi Perhatian?
  • Apakah AI Bisa Mengurangi Ketersediaan Air di Bumi?
  • Pertumbuhan AI Membuat Kebutuhan Data Center Ikut Meningkat
  • Bagaimana Perusahaan Teknologi Mengurangi Penggunaan Air?
    • 1. Sistem pendingin tertutup
    • 2. Pendinginan langsung pada chip
    • 3. Menggunakan air daur ulang
    • 4. Meningkatkan efisiensi penggunaan air
    • 5. Memilih lokasi data center dengan lebih cermat
  • Apakah AI Selalu Buruk bagi Lingkungan?
  • Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna AI?
  • Jadi, Apakah AI Menggunakan Air Bersih?
  • Kesimpulan

Apakah AI Menggunakan Air Bersih?

Ya, AI dapat menggunakan air tawar atau air bersih secara tidak langsung, tetapi jumlah dan jenis air yang digunakan berbeda antara satu data center dengan lainnya.

Ada tiga jalur utama yang perlu diperhatikan ketika membahas jejak air AI, yaitu:

  • Pendinginan langsung di data center
  • Penggunaan air secara tidak langsung untuk menghasilkan listrik
  • Penggunaan air dalam pembuatan chip dan perangkat keras

Pada data center tertentu, air digunakan dalam sistem pendingin berbasis evaporasi. Panas dari peralatan komputasi dipindahkan melalui sistem pendingin, kemudian sebagian air menguap untuk membantu membuang panas.

Di sisi lain, tidak semua data center menggunakan sistem yang sama. Ada fasilitas yang menggunakan pendinginan mekanis, direct-to-chip cooling, sistem sirkulasi tertutup, air daur ulang, atau kombinasi beberapa teknologi.

Karena itu, tidak tepat jika dikatakan bahwa setiap pertanyaan kepada AI pasti menghabiskan jumlah air yang sama.

Mengapa AI Membutuhkan Air?

Untuk memahami mengapa AI membutuhkan air, kita perlu melihat proses yang terjadi di balik layar.

Model AI dijalankan menggunakan server dengan prosesor berperforma tinggi, termasuk GPU dan akselerator khusus. Perangkat tersebut bekerja dengan intensitas tinggi sehingga menghasilkan panas.

IEA menjelaskan bahwa server merupakan salah satu komponen terbesar dalam konsumsi listrik data center. Sistem pendingin sendiri dapat menyumbang sekitar 7% konsumsi listrik pada data center hyperscale yang efisien hingga lebih dari 30% pada fasilitas yang kurang efisien.

Semakin besar beban komputasi, semakin penting pengelolaan panas tersebut.

Itulah sebabnya AI dan penggunaan air memiliki hubungan yang cukup erat, meskipun air bukan bahan yang digunakan oleh algoritma AI itu sendiri.

Air Digunakan untuk Mendinginkan Data Center

Salah satu metode yang digunakan adalah pendinginan evaporatif. Dalam sistem ini, air membantu menyerap dan membuang panas melalui proses penguapan.

Namun, ada konsekuensinya. Air yang menguap tidak langsung kembali ke sistem sebagai air yang bisa digunakan kembali.

Beberapa data center mulai menggunakan teknologi yang mengurangi kebutuhan air, termasuk sistem pendingin tertutup dan pendinginan langsung pada chip.

Microsoft, misalnya, melaporkan bahwa desain direct-to-chip cooling terbaru mereka dapat menghemat lebih dari 125 juta liter air per fasilitas setiap tahun.

Air juga Digunakan Secara tidak Langsung Melalui Listrik

Hubungan antara AI dan air tidak berhenti di dalam data center.

AI membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Sementara itu, proses pembangkitan listrik tertentu juga dapat menggunakan air untuk pendinginan atau proses lainnya.

Dengan demikian, ketika menghitung konsumsi air AI, peneliti dapat menggunakan cakupan perhitungan yang berbeda.

Ada penelitian yang hanya menghitung air yang digunakan langsung di data center. Ada pula yang memasukkan penggunaan air dari pembangkitan listrik dan pembuatan perangkat keras.

Perbedaan metode inilah yang membuat berbagai angka mengenai berapa banyak air yang digunakan AI terlihat sangat berbeda.

Berapa Banyak Air yang Dihabiskan AI?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk setiap penggunaan AI.

Konsumsi air dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Lokasi data center
  • Suhu dan kondisi iklim
  • Teknologi pendingin yang digunakan
  • Efisiensi server
  • Sumber listrik
  • Jenis model ai
  • Kompleksitas tugas
  • Panjang proses komputasi
  • Metode yang digunakan untuk menghitung jejak air

Salah satu penelitian yang banyak dikutip mengenai topik ini memperkirakan kebutuhan air untuk AI secara global dapat mencapai 4,2–6,6 miliar meter kubik per tahun pada 2027 jika memperhitungkan water withdrawal atau pengambilan air dalam cakupan penelitian tersebut.

Angka tersebut perlu dibaca dengan hati-hati.

Pengambilan air (withdrawal) tidak sama dengan konsumsi air (consumption).

Air yang diambil dari sumber tertentu tidak selalu seluruhnya hilang. Sebagian dapat dikembalikan ke lingkungan atau digunakan kembali, sedangkan air yang dikonsumsi biasanya merujuk pada air yang tidak segera tersedia kembali untuk penggunaan yang sama, misalnya karena menguap.

Dalam penelitian yang sama, estimasi air yang benar-benar dikonsumsi melalui penguapan jauh lebih kecil daripada angka withdrawal. Salah satu publikasi yang membahas penelitian tersebut memperkirakan konsumsi air sekitar 0,38–0,60 miliar meter kubik pada 2027.

Artinya, angka “AI menghabiskan miliaran meter kubik air” tidak boleh dipahami sebagai seluruh air yang diambil kemudian hilang.

Apakah Satu Pertanyaan ke AI Menghabiskan Air?

Pertanyaan ini sering muncul karena banyak orang ingin mengetahui berapa banyak air yang digunakan ChatGPT atau AI untuk satu pertanyaan.

Masalahnya, tidak ada angka universal yang bisa diterapkan pada setiap kueri.

Sebuah respons teks sederhana dan pembuatan video menggunakan beban komputasi yang berbeda. Bahkan dua pertanyaan teks yang berbeda dapat membutuhkan sumber daya yang berbeda pula.

Lokasi server juga berpengaruh. Data center yang menggunakan sistem pendingin dan sumber listrik berbeda dapat memiliki jejak air per kueri yang berbeda.

Karena itu, klaim seperti “satu pertanyaan AI selalu menghabiskan sekian mililiter air” sebaiknya tidak dianggap sebagai angka pasti.

Penelitian akademis mengenai jejak air AI memang pernah membuat estimasi untuk model tertentu, tetapi angka tersebut merupakan hasil pemodelan berdasarkan kondisi tertentu, bukan meteran air yang terpasang pada setiap pertanyaan pengguna.

Apakah membuat gambar dan video AI menggunakan lebih banyak air?

Secara umum, tugas AI yang membutuhkan komputasi lebih berat dapat membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan tugas teks sederhana.

IEA dalam analisis terbarunya mencatat bahwa efisiensi energi per tugas AI meningkat sangat cepat. Namun, penggunaan AI untuk video, reasoning kompleks, dan agentic tasks dapat membutuhkan energi jauh lebih besar daripada pembuatan teks sederhana.

Karena konsumsi air sebagian berkaitan dengan kebutuhan energi dan sistem pendinginan, beban komputasi yang lebih besar berpotensi meningkatkan jejak air.

Namun, sekali lagi, jumlah pastinya tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jenis konten tanpa mengetahui sistem dan lokasi infrastrukturnya.

Mengapa Konsumsi Air AI Menjadi Perhatian?

Masalah utamanya bukan semata-mata berapa banyak air yang digunakan secara global.

Lokasi penggunaan air juga sangat penting.

Sebuah data center yang berada di wilayah dengan sumber air melimpah memiliki konteks yang berbeda dari fasilitas yang berada di kawasan yang mengalami kekeringan atau tekanan air tinggi.

Penelitian terbaru mengenai jejak air AI menunjukkan bahwa banyak data center baru berada di wilayah yang menghadapi tekanan air, sehingga dampak lokal dapat menjadi lebih penting daripada sekadar melihat angka global.

Dengan kata lain, 100 juta liter air tidak memiliki dampak yang sama di setiap tempat.

Di wilayah dengan cadangan air yang besar, dampaknya mungkin lebih mudah dikelola. Sebaliknya, penggunaan air dalam jumlah sama dapat menjadi persoalan serius jika harus bersaing dengan kebutuhan rumah tangga, pertanian, industri, dan ekosistem setempat.

Apakah AI Bisa Mengurangi Ketersediaan Air di Bumi?

Pernyataan bahwa AI “mengurangi air di Bumi” perlu diperjelas.

AI tidak membuat air di planet ini tiba-tiba menghilang. Air terus bergerak melalui siklus hidrologi.

Yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air tawar di lokasi dan waktu tertentu.

Ketika air tawar digunakan dalam sistem pendinginan dan sebagian menguap, air tersebut tidak lagi tersedia secara langsung untuk kebutuhan lokal dalam waktu yang sama.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan “apakah AI menghabiskan seluruh air di Bumi?”, melainkan:

Apakah pertumbuhan AI meningkatkan tekanan terhadap sumber air tawar di wilayah tertentu?

Jawabannya dapat ya, terutama jika data center berada di wilayah yang mengalami tekanan air dan menggunakan sistem pendingin yang membutuhkan banyak air.

Pertumbuhan AI Membuat Kebutuhan Data Center Ikut Meningkat

Perkembangan AI berjalan bersamaan dengan pembangunan data center baru.

IEA memperkirakan konsumsi listrik data center global meningkat dari sekitar 485 TWh pada 2025 menjadi sekitar 950 TWh pada 2030 dalam skenario utamanya. Konsumsi data center yang secara khusus berfokus pada AI diperkirakan tumbuh lebih cepat.

Kebutuhan listrik yang meningkat berarti kebutuhan untuk mengelola panas dan infrastruktur pendukung juga semakin penting.

Namun, terdapat sisi lain yang perlu diperhatikan.

Efisiensi teknologi juga terus berkembang. IEA pada 2026 mencatat konsumsi energi per tugas AI mengalami penurunan yang sangat besar dalam beberapa tahun terakhir, meskipun penggunaan AI dan aplikasi yang lebih kompleks terus meningkat.

Jadi, hubungan antara pertumbuhan AI dan konsumsi air tidak sesederhana “AI semakin pintar berarti air pasti semakin banyak”.

Ada dua kekuatan yang berjalan bersamaan: pertumbuhan penggunaan AI dan peningkatan efisiensi infrastruktur.

Bagaimana Perusahaan Teknologi Mengurangi Penggunaan Air?

Industri teknologi mulai mengembangkan berbagai cara untuk mengurangi kebutuhan air di data center.

1. Sistem pendingin tertutup

Sistem closed-loop memungkinkan cairan pendingin berputar di dalam sistem sehingga kebutuhan untuk terus menambahkan air dapat dikurangi. Teknologi ini berbeda dari sistem yang mengandalkan penguapan air secara terus-menerus.

2. Pendinginan langsung pada chip

Direct-to-chip cooling menyalurkan cairan pendingin lebih dekat ke sumber panas sehingga pendinginan dapat dilakukan dengan lebih terarah. Microsoft menyebut teknologi pendinginan generasi barunya sebagai salah satu cara untuk mengurangi penggunaan air di data center.

3. Menggunakan air daur ulang

Tidak semua kebutuhan pendinginan harus dipenuhi menggunakan air minum. Air limbah yang telah diolah, air hujan, atau sumber air non-potable dapat menjadi alternatif di lokasi tertentu apabila memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan.

Microsoft, misalnya, menyebut fasilitas penggunaan kembali air di Quincy, Washington, yang mengurangi penggunaan air minum untuk kebutuhan pendinginan hingga 97%.

4. Meningkatkan efisiensi penggunaan air

Perusahaan juga menggunakan metrik seperti Water Usage Effectiveness (WUE) untuk mengukur efisiensi penggunaan air data center. Microsoft melaporkan penurunan intensitas penggunaan air operasional data center sebesar 18% dibandingkan tahun dasar 2022 dalam laporan keberlanjutan 2025.

5. Memilih lokasi data center dengan lebih cermat

Lokasi menjadi faktor penting. Data center membutuhkan listrik, jaringan, lahan, dan sistem pendingin. Karena itu, pembangunan fasilitas baru perlu mempertimbangkan kondisi sumber daya lokal, termasuk ketersediaan air.

Pendekatan ini penting agar pertumbuhan infrastruktur AI tidak memberikan tekanan yang tidak proporsional kepada masyarakat di wilayah yang sudah mengalami kelangkaan air.

Apakah AI Selalu Buruk bagi Lingkungan?

Tidak sesederhana itu.

AI memang memiliki jejak lingkungan yang mencakup energi, air, perangkat keras, dan emisi. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Dalam sektor energi, misalnya, AI dapat digunakan untuk membantu memprediksi kebutuhan listrik, mengoptimalkan operasi sistem, dan meningkatkan efisiensi.

IEA juga menilai AI memiliki potensi untuk membantu sektor energi mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi, meskipun manfaat tersebut bergantung pada bagaimana teknologinya diterapkan.

Karena itu, pembahasan mengenai dampak AI terhadap lingkungan sebaiknya tidak hanya melihat jumlah air dan listrik yang digunakan, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang dihasilkan dari penggunaannya.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna AI?

Sebagian besar konsumsi air AI terjadi di balik layar sehingga pengguna tidak dapat mengendalikan sistem pendingin data center secara langsung. Meski begitu, penggunaan AI secara lebih bijak tetap dapat membantu mengurangi permintaan komputasi yang tidak diperlukan.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan antara lain:

  1. Gunakan AI ketika memang memberikan manfaat.
  2. Hindari membuat banyak versi konten yang sebenarnya tidak diperlukan.
  3. Jika hasil pertama sudah sesuai, tidak perlu terus menghasilkan ulang tanpa tujuan.
  4. Untuk kebutuhan sederhana, gunakan layanan atau model yang sesuai dengan tingkat kompleksitas tugas.
  5. Pertimbangkan kembali penggunaan AI untuk menghasilkan gambar atau video dalam jumlah besar jika tidak diperlukan.
  6. Gunakan kembali dan edit hasil yang sudah tersedia daripada membuat ulang dari awal.
  7. Pilih layanan teknologi yang semakin transparan mengenai penggunaan energi dan air jika informasi tersebut tersedia.

Langkah-langkah tersebut memang tidak akan menyelesaikan persoalan konsumsi air data center sendirian. Namun, pertumbuhan permintaan pengguna merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan seberapa besar infrastruktur komputasi dibutuhkan.

Jadi, Apakah AI Menggunakan Air Bersih?

Ya, AI dapat menggunakan air bersih secara tidak langsung.

Air tersebut bukan digunakan oleh algoritma AI, melainkan oleh infrastruktur fisik yang menjalankan teknologi tersebut, terutama data center dan dalam cakupan tertentu proses penyediaan listrik serta pembuatan perangkat keras.

Besarnya konsumsi air AI juga tidak memiliki satu angka pasti. Penggunaan air dipengaruhi oleh teknologi pendingin, lokasi data center, kondisi iklim, sumber air, sumber listrik, jenis perangkat keras, dan beban komputasi.

Sejumlah penelitian memperkirakan jejak air AI global dapat mencapai miliaran meter kubik dalam beberapa tahun mendatang, tetapi angka tersebut merupakan estimasi dengan cakupan pengukuran tertentu dan harus dibedakan antara water withdrawal dan water consumption.

Di sisi lain, industri data center juga terus mengembangkan teknologi untuk mengurangi penggunaan air, termasuk pendinginan langsung pada chip, sistem tertutup, penggunaan kembali air, dan peningkatan efisiensi.

Jadi, persoalan sebenarnya bukan sekadar “AI menghabiskan air atau tidak”, melainkan bagaimana pertumbuhan AI dikelola agar kebutuhan komputasi, energi, dan air tetap berada dalam batas yang dapat ditanggung oleh lingkungan serta masyarakat di lokasi data center.

Kesimpulan

AI menggunakan air secara tidak langsung melalui data center dan infrastruktur pendukungnya. Air terutama dibutuhkan untuk sistem pendinginan tertentu, sementara kebutuhan air tambahan dapat muncul dari pembangkitan listrik dan pembuatan perangkat keras.

Besarnya penggunaan air berbeda-beda sehingga klaim bahwa setiap pertanyaan AI menghabiskan jumlah air tertentu tidak dapat diterapkan secara universal.

Di tengah pertumbuhan AI, transparansi mengenai konsumsi energi dan air menjadi semakin penting. Industri teknologi juga mulai mengembangkan teknologi pendinginan yang lebih hemat air dan menggunakan kembali sumber air yang tersedia.

Dengan memahami bagaimana AI menggunakan air, kita dapat melihat teknologi ini secara lebih utuh: bukan hanya dari jawaban yang muncul di layar, tetapi juga dari infrastruktur fisik yang bekerja di belakangnya.


Untuk membaca informasi menarik lainnya seputar teknologi, kehidupan sehari-hari, dan berbagai tren terbaru, kunjungi kategori Internet dan Electronic di Toprankmedia.id. Temukan juga berbagai artikel pilihan lainnya seputar Otomotif, Interior, Lifestyle, Finance, Beauty, Travel, Food, Education, Entertainment, Movie, Game, News, Sport, hingga Top 10 Brand hanya di Toprankmedia.id.

Previous Post

Cara Cek Desil 2026 Lewat HP, Apakah Datanya Bisa Diubah?

Related Posts

Meta Superintelligence AI
Entertainment

Mark Zuckerberg Siapkan Visi Baru dengan Meta Superintelligence AI, Apa Itu?

January 29, 2026
Butuh Aplikasi Pembukuan? Ini 10 Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda
Internet

Butuh Aplikasi Pembukuan? Ini 10 Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis Anda

June 18, 2025
10 Aplikasi Desain Grafis Terbaik untuk Pemula dan Profesional (Update 2025)
Internet

10 Aplikasi Desain Grafis Terbaik untuk Pemula dan Profesional (Update 2025)

June 17, 2025
Mau Belanja atau Jualan Online? Cek 10 Aplikasi Marketplace Terbaik Ini Dulu!
Internet

Mau Belanja atau Jualan Online? Cek 10 Aplikasi Marketplace Terbaik Ini Dulu!

June 2, 2025
Aplikasi Pesan Hotel
Internet

15 Aplikasi Pesan Hotel Online Terpercaya untuk Traveling Anti Ribet

June 1, 2025
10 Aplikasi Download Lagu Terbaik 2025, Gratis dan Legal!
Internet

10 Aplikasi Download Lagu Terbaik 2025, Gratis dan Legal!

May 31, 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BROWSE BY TOPICS

Beauty Education Electronic Entertainment Finance Food Game Interior Internet Lifestyle Movie News Otomotif Sport Top 10 Brand Travel

Latest articles

  • Benarkah AI Boros Air Bersih? Simak Faktanya di Sini!
  • Cara Cek Desil 2026 Lewat HP, Apakah Datanya Bisa Diubah?
  • 10 Printer Terbaik 2026 untuk Rumah, Kantor, dan Mahasiswa
  • Parenting: Pengertian, Prinsip, dan Tips Mengasuh Anak dengan Baik
  • 10 Monitor Gaming Terbaik 2026 untuk Pengalaman Bermain Lebih Maksimal
  • Kesehatan Mental: Pengertian, Pentingnya, dan Cara Menjaganya
  • Drama China Tentang Vampire: 5 Rekomendasi dengan Cerita Misteri dan Romansa Menarik
  • Drama China Komik: Rekomendasi Adaptasi Manhua dan Webtoon dengan Visual Mirip Komik
  • 10 Aktris Drama China Terpopuler 2026, Visual Memesona dan Karier Makin Bersinar
  • Top 10 Brand Kamera Mirrorless Terbaik 2026 untuk Fotografi, Vlogging, dan Content Creator

Category

  • Beauty
  • Education
  • Electronic
  • Entertainment
  • Finance
  • Food
  • Game
  • Interior
  • Internet
  • Lifestyle
  • Movie
  • News
  • Otomotif
  • Sport
  • Top 10 Brand
  • Travel
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Beauty
  • Otomotif
  • Finance
  • Internet
  • Interior
  • Travel
  • Food

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.