Jika Anda bertanya “kapan terakhir Gunung Semeru meletus?”, jawabannya adalah: 19 November 2025. Letusan pada hari itu merupakan salah satu aktivitas vulkanik besar yang terjadi di gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut.
Mari kita bahas secara mendetail: kapan tepatnya, bagaimana bentuk letusannya, apa penyebab dan dampaknya, serta apa artinya bagi masyarakat dan pendaki. Artikel ini mengajak Anda melihat dengan POV baru: bukan sekadar tanggal, tapi pemahaman mendalam akan karakter Gunung Semeru serta bagaimana kita sebagai masyarakat bisa responsif dan bijak.
Daftar Isi
- Kapan Tepatnya Terjadi Letusan Terakhir?
- Dimanakah Gunung Semeru & Seberapa Tingginya?
- Ciri Letusan Gunung Semeru Terakhir: Apa yang Terjadi?
- Tipe Letusan & Penyebab Gunung Semeru Meletus
- Seberapa Sering Gunung Semeru Meletus?
- 1818: Letusan Pertama yang Terdokumentasi
- 1941–1942: Aktivitas Lava Panjang
- 1945–1960: Semeru Sering Meletus Setiap Tahun
- 1977: Awan Panas 10 Kilometer
- 1990–2008: Aktivitas Erupsi Berkala
- 2008: Erupsi Intens 15–22 Mei
- 2014–2017: Fase Erupsi Beruntun (VEI 2–3)
- 4 Desember 2021: Tragedi Erupsi Besar
- Desember 2022: Awan Panas 19 Kilometer
- 2024: Aktivitas Tinggi Sepanjang Tahun
- 2025: Tahun Puncak Aktivitas Erupsi
- Kenapa Informasi “Kapan Terakhir Gunung Semeru Meletus?” Penting?
- Jadi, Kapan Terakhir Gunung Semeru Meletus?
Kapan Tepatnya Terjadi Letusan Terakhir?
Pada Rabu, 19 November 2025, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan. Menurut laporan, erupsi pertama terdeteksi sekitar pukul 14.13 WIB dengan awal munculnya awan panas guguran ke arah Sungai Besuk Kobokan. Kemudian pada sekitar pukul 16.00 WIB, kolom abu teramati membumbung tinggi hingga sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau sekitar ketinggian ± 5.676 mdpl. Karena aktivitas ini, status gunung dinaikkan menjadi Level IV (Awas) oleh PVMBG mulai sekitar pukul 17.00 WIB. (melansir liputan6.com)
Jadi kalau Anda mencari tanggal dan waktu: ya, itu dia — 19 November 2025 sore.
Tapi, sebagai informasi, Gunung Semeru juga terakhir kali mengalami erupsi besar pada 4 Desember 2021, yang menyebabkan dampak yang cukup dahsyat, termasuk korban jiwa dan kerusakan fisik yang luas. Berdasarkan data resmi, jumlah korban meninggal akibat erupsi ini mencapai 51 orang, sementara 169 orang lainnya dilaporkan luka-luka, dan 22 orang hilang.
Letusan ini juga memakan korban jiwa dari warga yang mengalami luka bakar parah dan meninggal karena tertimbun lahar dan abu vulkanik. Kejadian tersebut juga menyebabkan ribuan warga mengungsi dan merusak ratusan rumah di sekitar Gunung Semeru, termasuk penghancuran jembatan penghubung dan infrastruktur lainnya.
Dimanakah Gunung Semeru & Seberapa Tingginya?
Gunung Semeru terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, tepatnya di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Tinggi gunung ini adalah sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena menjadi puncak tertinggi di Pulau Jawa, dan berada di jalur vulkanik aktif, Semeru memang memiliki profil yang sangat berpotensi untuk meletus.

Ciri Letusan Gunung Semeru Terakhir: Apa yang Terjadi?
Beberapa hal penting yang muncul dari letusan 19 November 2025:
- Letusan berupa awan panas guguran (pyroclastic flow) yang meluncur ke sisi tenggara gunung, terutama wilayah Besuk Kobokan. (melansir detik.com)
- Kolom abu tinggi hingga ±2.000 meter di atas puncak gunung.
- Seismograf mencatat amplitudo hingga sekitar 40 mm yang menunjukkan energi letusan cukup besar.
- Karena kondisi visual dan cuaca (kabut, hujan), letusan dan guguran material berlangsung dengan kompleks, bukan sekadar satu letusan tunggal.
- Wilayah terdampak mencakup beberapa desa di Kabupaten Lumajang. Evakuasi segera dilakukan.
Tipe Letusan & Penyebab Gunung Semeru Meletus
Gunung Semeru adalah stratovolkan aktif yang berada di jalur subduksi lempeng Indo-Australia dibawah Eurasia. Letusannya pada 19 November bisa dikategorikan sebagai campuran antara erupsi eksplosif (kolom abu tinggi) dan erupsi guguran (awan panas). Guguran ini muncul karena longsoran material panas atau lava pijar yang bergerak cepat ke lereng gunung.
Penyebab utamanya (masih melansir pendidikan-sains.fmipa.unesa.ac.id):
- Akumulasi tekanan magma dan gas di dalam tubuh gunung
- Longsoran kubah lava atau dinding kawah yang runtuh
- Kondisi lereng yang teraliri sungai (Besuk Kobokan) sehingga jalur tumbukan material menjadi memungkinkan
- Cuaca dan hujan yang mempercepat mobilisasi material sisa letusan sebelumnya
Karena itu, letusan semacam ini sulit diprediksi dengan sempurna, yang menjadikan pertanyaan “kapan terakhir Gunung Semeru meletus?” terasa sangat penting bagi publik.
Baca Juga: 10 Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia, Ada Rinjani!
Seberapa Sering Gunung Semeru Meletus?
Jika kamu bertanya “Seberapa sering Gunung Semeru meletus?” atau “Gunung Semeru meletus berapa kali dalam sejarah?”, maka jawabannya: sangat sering. Gunung Semeru termasuk gunung api paling aktif di Indonesia, dengan erupsi hampir setiap tahun dalam beberapa periode.

Berikut rangkuman historisnya, disusun berdasarkan data PVMBG, BNPB, dan rekaman letusan dari 1818 hingga 2025 (melansir detik.com/jatim/berita/) :
1818: Letusan Pertama yang Terdokumentasi
- Tahun inilah awal catatan resmi riwayat letusan Semeru.
- Catatan pada 1818–1913 masih sangat terbatas, tetapi sudah menunjukkan bahwa Semeru adalah gunung api aktif dengan siklus erupsi berulang.
1941–1942: Aktivitas Lava Panjang
- PVMBG mencatat leleran lava terus terjadi selama 21 September 1941 – Februari 1942.
- Lava mencapai lereng timur di ketinggian 1.400–1.775 meter.
- Menimbun Pos Pengairan Bantengan.
- Menjadi salah satu aktivitas vulkanik kontinu paling awal yang terdokumentasi jelas.
1945–1960: Semeru Sering Meletus Setiap Tahun
Ini periode yang sangat aktif dan menjadi dasar kenapa Semeru disebut gunung api tipe aktif berkelanjutan.
Letusan tercatat pada tahun: 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955–1957, 1958, 1959, 1960.
Artinya, pada rentang ini, Semeru meletus hampir setiap tahun.
1977: Awan Panas 10 Kilometer
- Guguran lava memicu awan panas hingga 10 km ke kawasan Besuk Kembar.
- Endapan material mencapai 6,4 juta meter kubik.
- Besuk Kobokan juga terdampak, sawah, rumah, dan jembatan rusak.
- Aktivitas lanjutan terus terjadi hingga 1978–1989.
1990–2008: Aktivitas Erupsi Berkala
Data PVMBG mencatat peningkatan pada:
1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007, 2008.
2008: Erupsi Intens 15–22 Mei
- Awan panas tercatat empat kali pada 22 Mei 2008.
- Jarak luncur 2.500 meter ke Besuk Kobokan.
2014–2017: Fase Erupsi Beruntun (VEI 2–3)
- Menurut Volcano Discovery, Semeru mengalami letusan hampir tiap bulan.
- Intensitas sedang, tetapi frekuensinya tinggi.
- Mengukuhkan status Semeru sebagai gunung api aktif yang terus “bernapas”.
4 Desember 2021: Tragedi Erupsi Besar
Salah satu peristiwa paling mematikan dalam sejarah Semeru modern.
- Guguran kubah lava akibat hujan ekstrem → 8 awan panas.
- Luncuran mencapai 4 km ke Besuk Kobokan.
- Korban meninggal: 57–69 jiwa.
- Ratusan luka-luka, ribuan rumah rusak.
- Skala letusan diperkirakan VEI 3–4.
Erupsi 2021 menjadi salah satu jawaban penting saat orang mencari “seberapa besar erupsi Semeru?” atau “erupsi Semeru paling parah kapan?”
Desember 2022: Awan Panas 19 Kilometer
- Hanya setahun setelah tragedi 2021, Semeru kembali erupsi besar.
- Awan panas meluncur 19 km, salah satu yang terjauh dalam 20 tahun terakhir.
- Status naik ke Level Awas.
- Ribuan warga mengungsi.
Catatan ini sering muncul saat pembaca mencari “Semeru erupsi berapa kali dalam 5 tahun terakhir?”.
2024: Aktivitas Tinggi Sepanjang Tahun
Maret 2024
- Awan panas durasi 27 menit berdasarkan seismik.
25 Desember 2024
- Kolom abu 1.500 meter.
- Awan panas 3 km ke Besuk Kobokan.
- PVMBG dan BPBD meminta kewaspadaan tinggi.
2025: Tahun Puncak Aktivitas Erupsi
9 Juli 2025
- Awan panas 4 km ke tenggara.
- Menunjukkan tekanan magma yang meningkat.
19 November 2025 (Erupsi Besar Terbaru)
Letusan ini menjadi sorotan utama berita nasional dan internasional.
- Awan panas 13 km ke Besuk Kobokan & Sungai Lengkong.
- Kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak.
- Dampak meluas hingga Jembatan Gladak Perak.
- Status dinaikkan dari Siaga → Awas.
Jadi jawaban paling akurat untuk “Seberapa sering Gunung Semeru meletus?” adalah:
Semeru meletus sangat sering, hampir tiap tahun menunjukkan aktivitas erupsi, baik kecil maupun besar. Riwayatnya membuktikan Semeru adalah gunung api tipe aktif berkelanjutan.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru: Kronologi, Analisis Pakar, Dampak & Status Terkini
Kenapa Informasi “Kapan Terakhir Gunung Semeru Meletus?” Penting?
Memahami kapan terakhir meletus sangat penting karena:
- Menjadi indikator waktu sejak aktivitas besar terakhir, memberi gambaran berapa lama gunung “tenang” atau “mendekati letusan besar”.
- Membantu warga lokal, pengelola wisata, dan instansi bencana untuk menilai risiko.
- Mendidik publik tentang karakter gunung api aktif: bahwa “tenang” tidak berarti “aman selamanya”.
- Memicu kesiapsiagaan: ketika tahu bahwa ‘baru saja’ meletus, maka kewaspadaan harus tinggi.
Jadi, Kapan Terakhir Gunung Semeru Meletus?
Jadi, pertanyaan “kapan terakhir Gunung Semeru meletus?” jawabannya telah kita temukan: 19 November 2025, sore hari.
Namun yang lebih penting daripada sekadar tanggal adalah: memahami bahwa Gunung Semeru masih aktif, letusannya besar, dan dampaknya nyata. Dengan tinggi 3.676 mdpl dan posisi di jalur vulkanik aktif, siapapun yang tinggal di atau mendekati kawasan tersebut harus menjaga kewaspadaan.
Dapatkan insight mendalam seputar aktivitas Gunung Semeru dengan mengikuti perkembangan terbaru hanya di Toprank Media. Analisis ahli yang mudah dipahami dan informasi real-time tersaji untuk memastikan Anda selalu yang terdepan dalam memperoleh informasi akurat.






