Perubahan besar kembali terjadi dalam dunia bantuan sosial di Indonesia. Mulai triwulan II tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) resmi menggantikan DTKS menjadi DTSEN sebagai basis utama data penerima bantuan. Langkah ini bukan sekadar “ganti nama”, tetapi reformasi besar yang membuat sistem bansos semakin ketat, akurat, dan zero mistake dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan.
Kalau selama ini kamu sering bertanya, “Apa Itu DTKS”, “Kenapa yang mampu masih dapat bansos, sementara yang benar-benar butuh malah tidak masuk daftar?”, maka jawabannya ada pada reformasi ini. DTSEN hadir untuk menutup celah itu. Yuk kita kupas satu per satu!
Daftar Isi
- Apa Itu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)?
- Lalu, Apa Itu DTSEN?
- Dampak Perubahan DTKS ke DTSEN bagi Penerima Bansos
- Cara Cek Status Penerima Bansos di Basis DTSEN
- Rincian Bantuan PKH & BPNT 2025
- Siapa yang Wajib Segera Cek Status DTSEN?
- Jika Tidak Terdaftar di DTSEN, Apa yang Harus Dilakukan?
- Reformasi Penyaluran Bansos Demi Tepat Sasaran
Apa Itu DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)?
DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) adalah basis data nasional yang berisi informasi lengkap mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan demografi keluarga miskin, rentan miskin, serta kelompok prioritas penerima bantuan.
DTKS digunakan oleh pemerintah sebagai acuan utama dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima berbagai program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, dan bantuan kemiskinan lainnya.
Data ini dikumpulkan melalui mekanisme pendataan berjenjang dari desa, kelurahan, hingga pemerintah pusat, kemudian diverifikasi secara berkala agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Cara Daftar DTKS

Mengapa DTKS Diganti DTSEN?
Selama bertahun-tahun, DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) menjadi backbone penyaluran bansos seperti PKH, BPNT, hingga bantuan darurat. Namun, bagaimanapun sebuah sistem, pasti punya kelemahan.
Masalah utama yang terus muncul dari “Apa Itu DTKS” selama ini antara lain:
-
Data tidak diperbarui secara real-time
Banyak keluarga yang ekonominya sudah membaik, tapi masih terdaftar sebagai penerima bansos. -
Data ganda & tidak sinkron antar lembaga
Satu keluarga bisa muncul di beberapa database berbeda. -
Miskin baru tidak masuk daftar
Banyak masyarakat yang baru jatuh miskin tidak ter-update ke sistem. -
Potensi salah sasaran
Inilah sumber keresahan warga, ada penerima “tidak layak” yang justru bertahun-tahun menikmati bantuan.
Melihat berbagai masalah itu, Kemensos akhirnya melakukan reformasi total dengan menghadirkan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) mulai triwulan II tahun 2025.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos 2025, Panduan Lengkap yang Wajib Tahu!
Lalu, Apa Itu DTSEN?
Setelah memahami apa itu DTKS lalu kita juga harus mengetahui DTSEN sebagai perubahannya.

Ya! DTSEN adalah basis data tunggal nasional, yang memuat informasi sosial dan ekonomi seluruh warga Indonesia. Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, data tunggal ini menjadi fondasi agar:
- Bansos tepat sasaran
- Tidak ada penerima fiktif
- Tidak ada penerima ganda
- Tidak ada keluarga sejahtera yang masih menerima bantuan
- Semua keluarga miskin terdata secara akurat
Keunggulan DTSEN dibanding DTKS
Berikut alasan DTSEN dianggap jauh lebih kuat dibanding DTKS:
-
Data terintegrasi lintas lembaga
Mulai Kemensos, Dukcapil, BPS, Kemenkeu, dan lembaga lain. -
Menggunakan verifikasi digital berbasis NIK
Semua data harus cocok dengan identitas kependudukan. -
Pembaruan data lebih cepat dan lebih sering
-
Target utama: zero salah sasaran
-
Basis data bersifat nasional dan resmi
Artinya, tidak ada lagi data dari pemerintah daerah yang tidak sinkron atau dobel.
Perubahan ini sangat penting karena mulai September 2025 hanya penerima yang masuk DTSEN yang akan mendapat bansos, bukan lagi berdasarkan DTKS.
Dampak Perubahan DTKS ke DTSEN bagi Penerima Bansos
Nah, tentu saja perubahan ini membawa beberapa implikasi penting bagi masyarakat:
- Mereka yang tidak masuk DTSEN otomatis tidak dapat bansos, artinya sekalipun dulu tercantum di DTKS, jika namamu tidak muncul di DTSEN maka kamu dianggap tidak berhak menerima.
- Banyak penerima lama akan dievaluasi. Ya! Keluarga yang ekonominya sudah membaik bisa saja dicoret dari daftar.
- Keluarga miskin baru akan lebih mudah masuk data, karena verifikasi lebih cepat dan berbasis data kependudukan.
- Penyaluran bansos jadi lebih transparan, karena semua data bersumber dari satu pintu.
Jadi, segera cek statusmu, apakah keluargamu sudah masuk daftar DTSEN atau belum.
Baca Juga: 5 Bansos Ini Cair Pertengahan November 2025, Apa saja?
Cara Cek Status Penerima Bansos di Basis DTSEN
Walaupun sistem backend berubah, cara cek bansos bagi masyarakat tetap dibuat simpel. Kamu bisa mengeceknya hanya dengan modal HP dan NIK. Berikut panduan lengkapnya:
1. Cek Status DTSEN Lewat cekbansos.kemensos.go.id
Ini cara paling mudah dan paling resmi.
Langkah-langkah:
- Buka situs resmi Kemensos: cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa).
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Ketikkan kode CAPTCHA.
- Klik Cari Data.
Jika namamu terdaftar, sistem akan menampilkan:
- Status apakah kamu masuk DTSEN
- Program bansos apa saja yang kamu dapat
- Periode bantuan
- Keterangan penerima PKH atau BPNT
Jika tidak muncul, kemungkinan besar:
- Kamu belum masuk DTSEN
- Data dari daerah belum sinkron
- Ada kesalahan penulisan nama
2. Cek Status di Aplikasi Cek Bansos
Selain website, kamu juga bisa cek lewat aplikasi resmi Kemensos.
Langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store / App Store.
- Buat akun menggunakan NIK, KK, email, dan nomor HP.
- Verifikasi identitas dengan foto KTP dan selfie.
- Login dan buka menu Profil.
- Lihat bagian Peringkat Kesejahteraan Keluarga, ini menunjukkan status DTKS/DTSEN kamu.
3. Cek di Kantor Desa / Kelurahan
Kalau tidak bisa internetan, kamu bisa tanya langsung perangkat desa. Mereka punya akses ke sistem DTSEN dan bisa membantu mengecek statusmu.
4. Cek Melalui Pendamping Sosial
Pendamping PKH dan pendamping sosial lainnya memiliki akses langsung ke sistem Kemensos. Kamu cukup memberikan NIK dan mereka bisa membantu mengecek secara cepat.
Baca Juga: Ini Cara Daftar BLT Kesra 2025: Syarat dan Jadwal Pencairan Rp 900 Ribu!
Rincian Bantuan PKH & BPNT 2025
Bagi kamu yang sudah masuk DTSEN, berikut detail bantuan yang berhak kamu terima di tahun 2025:
PKH 2025 (Per Triwulan / Sekali Tahap)
| Kategori Penerima | Besaran (Per Tahap) | Keterangan |
|---|---|---|
| Ibu Hamil / Balita | Rp 750.000 | Maks. 2 jiwa per keluarga |
| Lansia | Rp 600.000 | Maks. 1 jiwa |
| Disabilitas Berat | Rp 600.000 | Maks. 1 jiwa |
| Anak SD/SMP/SMA | Sesuai kategori |
Satu keluarga bisa mendapatkan hingga Rp 2,7 juta per tahap jika memenuhi semua komponen.
BPNT / Bantuan Pangan 2025
- Besaran: Rp 600.000
- Alokasi: 3 bulan (Juli–September 2025)
- Bentuk: saldo elektronik untuk belanja bahan pangan
- Penyalur: Bank Himbara & Pos Indonesia
Siapa yang Wajib Segera Cek Status DTSEN?

Jika kamu berada pada kategori berikut, sebaiknya langsung cek:
- Penerima PKH
- Penerima BPNT
- Keluarga miskin yang baru kehilangan pekerjaan
- Ibu hamil / balita penerima manfaat
- Lansia tunggal
- Penyandang disabilitas yang terdaftar DTKS sebelumnya
- Warga yang merasa namanya hilang dari daftar penerima
Ingat! Mulai September 2025, semua bansos berbasis DTSEN, bukan DTKS.
Jika Tidak Terdaftar di DTSEN, Apa yang Harus Dilakukan?
Tenang, masih ada solusinya kok, yaitu kamu masih bisa mengajukan pemutakhiran data. Caranya:
- Datang ke Puskesos/SLRT di desa/kelurahan.
- Bawa dokumen: KK, KTP, bukti pendukung kondisi ekonomi.
- Petugas akan memverifikasi dan menginput ke sistem.
- Data kamu akan diproses di DTSEN, bukan DTKS lagi.
Reformasi Penyaluran Bansos Demi Tepat Sasaran
Penggantian DTKS menjadi DTSEN adalah langkah besar pemerintah untuk membawa penyaluran bansos ke level yang lebih adil, lebih tepat sasaran, dan lebih bersih dari manipulasi.
Bagi masyarakat, yang terpenting adalah:
- Selalu cek status secara berkala
- Pastikan data kependudukan benar dan aktif
- Laporkan jika ada ketidaksesuaian
Dengan database tunggal nasional ini, diharapkan tidak ada lagi cerita “yang mampu dapat bansos, yang miskin malah tidak terdata”.
Kalau kamu ingin memastikan hak kamu tetap aman, langsung saja cek status sekarang melalui portal resmi Kemensos.
Baca Juga: Ini Dia Link Cek BLT Kesra dan Bansos PKH BPNT November–Desember 2025
toprankmedia.id selalu hadir memberikan berita VIRAL, informasi terupdate, dan ulasan terpercaya seputar TOP 10 Brand yang relevan dengan kehidupan Anda. Ikuti selalu update terbaru dari kami, karena kami hadir untuk membuat Anda selalu #UpToDate.






