Kapan jadwal ANBK 2025? Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program evaluasi yang dirancang untuk mengukur kualitas pendidikan di Indonesia melalui sejumlah indikator, seperti kemampuan literasi, numerasi, karakter peserta didik, serta lingkungan belajar di satuan pendidikan. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, penting bagi sekolah dan peserta didik mengetahui jadwal ANBK 2025 secara lengkap.
Ketentuan terkait pelaksanaan ANBK 2025 telah diatur dalam Surat Edaran Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 1249/H.H4/SK.02.02/2025. Selain itu, acuan teknis penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 019/H/KP/2024 yang diterbitkan pada 24 Maret 2024.
Untuk memudahkan persiapan, berikut ini adalah rangkuman jadwal ANBK 2025 yang mencakup tahap simulasi, gladi bersih, serta pelaksanaan utama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Simak informasinya secara lengkap di bawah ini.
Daftar Isi
Siapa yang Menjadi Peserta ANBK?
Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, peserta Asesmen Nasional mencakup seluruh satuan pendidikan jenjang dasar dan menengah di Indonesia, termasuk program kesetaraan yang dijalankan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di setiap satuan pendidikan, peserta didik yang mengikuti ANBK adalah siswa kelas V (SD), VIII (SMP), dan XI (SMA/SMK) yang ditentukan secara acak oleh sistem pusat.
Baca juga: Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP Siswa SD, SMP, dan SMA Wajib Tahu!
Perlu dipahami bahwa Asesmen Nasional tidak bertujuan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) dan tidak digunakan sebagai syarat kelulusan. Penilaian ini diberikan bukan di akhir masa sekolah, melainkan sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan untuk perbaikan sistem secara menyeluruh.
Jadwal Simulasi dan Gladi Bersih ANBK 2025
Simulasi dan gladi bersih ANBK adalah tahapan penting dalam rangka persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan peserta didik, infrastruktur sekolah, serta sistem teknis yang digunakan selama asesmen berlangsung. Simulasi berfungsi sebagai latihan awal, sedangkan gladi bersih dilakukan secara menyeluruh untuk mengecek kelancaran operasional sebelum pelaksanaan utama.
Proses simulasi ANBK tahun 2025 dimulai sejak 18 Juli dan berlangsung secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan. Setiap jenjang—SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK—memiliki jadwal yang berbeda sesuai arahan dari Kemendikbudristek. Berikut adalah rincian lengkap jadwal simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan Asesmen Nasional 2025:
- 18–20 Juli 2025: Sinkronisasi Simulasi AN untuk jenjang SMA/MA, SMK, SMP/MTs, dan SD/MI
- 21–24 Juli 2025: Simulasi AN untuk jenjang SMA/MA, SMK, SMP/MTs, dan SD/MI
- 25–27 Juli 2025: Sinkronisasi Gladi Bersih AN untuk SMA/MA dan SMK
- 28–31 Juli 2025: Gladi Bersih AN SMA/MA dan SMK
- 1–3 Agustus 2025: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SMA/MA dan SMK
- 4–7 Agustus 2025: Pelaksanaan AN SMA/MA dan SMK
- 9–10 Agustus 2025: Pelaksanaan AN untuk peserta Paket C/PKPPS Ulya
- 15–17 Agustus 2025: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SMP/MTs
- 18–21 Agustus 2025: Gladi Bersih AN SMP/MTs
- 22–24 Agustus 2025: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SMP/MTs
- 25–28 Agustus 2025: Pelaksanaan AN SMP/MTs
- 30–31 Agustus 2025: Pelaksanaan AN Paket B/PKPPS Wustha
- 5–7 September 2025: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SD/MI Tahap I
- 8–11 September 2025: Gladi Bersih AN SD/MI Tahap I
- 12–14 September 2025: Sinkronisasi Gladi Bersih AN SD/MI Tahap II
- 15–18 September 2025: Gladi Bersih AN SD/MI Tahap II
- 19–21 September 2025: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SD/MI Tahap I
- 22–25 September 2025: Pelaksanaan AN SD/MI Tahap I
- 26–28 September 2025: Sinkronisasi Pelaksanaan AN SD/PKPPS Ula
- 27–28 September 2025: Pelaksanaan AN Paket A/PKPPS Ula Tahap I
- 29 September–2 Oktober 2025: Pelaksanaan AN SD/MI Tahap II
- 4–5 Oktober 2025: Pelaksanaan AN Paket A/PKPPS Ula Tahap II
Jadwal Pelaksanaan ANBK 2025 untuk Peserta Didik
Setelah menyelesaikan rangkaian simulasi dan gladi bersih, seluruh satuan pendidikan akan melanjutkan ke tahap inti yaitu pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan dasar dan menengah melalui sistem berbasis digital yang mencakup literasi, numerasi, serta survei lingkungan belajar.
Pelaksanaan ANBK 2025 terbagi menjadi dua tahap utama, yakni Tahap I dan Tahap II, serta pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar yang dilakukan secara terpisah. Jadwalnya telah ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan dan kelompok peserta.
ANBK Tahap I (Gelombang 1 dan 2):
- SMA/MA dan SMK sederajat: 4–7 Agustus 2025
- Paket C/PKPPS Ulya: 4–7 Agustus 2025 dan/atau 9–10 Agustus 2025
- SMP/MTs sederajat: 25–28 Agustus 2025
- Paket B/PKPPS Wustha: 25–28 Agustus 2025 dan/atau 30–31 Agustus 2025
- SD/MI sederajat: 22–25 September 2025
- Paket A/PKPPS Ula: 22–25 September 2025 dan/atau 27–28 September 2025
ANBK Tahap II (Gelombang 3 dan 4):
- SD/MI sederajat: 29 September–2 Oktober 2025
- Paket A/PKPPS Ula: 29 September–2 Oktober dan/atau 4–5 Oktober 2025
Jadwal Survei Lingkungan Belajar:
- 15 September–10 Oktober 2025
Setiap satuan pendidikan diharapkan menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan untuk memastikan pelaksanaan ANBK berjalan efektif dan sesuai prosedur.
Instrumen ANBK 2025: Apa Saja yang Dinilai?
Mengacu pada informasi dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikbudristek, Asesmen Nasional dirancang sebagai alat pemetaan mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk program kesetaraan. Evaluasi ini tidak ditujukan untuk mengukur capaian individu, melainkan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, ANBK 2025 menggunakan tiga jenis instrumen utama yang menilai aspek kognitif, sosial emosional, dan lingkungan belajar. Berikut penjelasannya:
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
AKM difokuskan untuk mengukur kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa, yaitu literasi membaca dan numerasi. Literasi mencerminkan kemampuan memahami informasi tertulis, sementara numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan konsep angka dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya merupakan pondasi penting bagi peserta didik dalam memahami berbagai mata pelajaran dan berperan aktif di masyarakat.
Baca juga: Cara Cek Bansos Kemensos PKH dan BPNT Secara Online
Survei Karakter
Instrumen ini bertujuan menilai perkembangan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Survei karakter mencakup aspek seperti keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhlak mulia, kemandirian, kebhinekaan global, gotong royong, berpikir kritis, dan kreativitas. Hasil survei ini membantu sekolah mengetahui sejauh mana nilai-nilai tersebut ditanamkan dalam proses pendidikan.
Survei Lingkungan Belajar
Survei ini ditujukan untuk menggambarkan kondisi lingkungan belajar dari sudut pandang guru dan kepala sekolah. Tujuannya adalah memetakan faktor-faktor pendukung pembelajaran seperti iklim kelas, manajemen sekolah, ketersediaan fasilitas, serta praktik pembelajaran yang diterapkan.
Dengan memahami ketiga instrumen tersebut, sekolah dan peserta didik dapat lebih siap dalam menghadapi ANBK 2025, tidak hanya secara teknis. Tetapi juga dari sisi pemaknaan akan pentingnya mutu pendidikan secara menyeluruh.
toprankmedia.id selalu hadir memberikan berita VIRAL, informasi terupdate, dan ulasan terpercaya seputar TOP 10 Brand yang relevan dengan kehidupan Anda. Ikuti selalu update terbaru dari kami, karena kami hadir untuk membuat Anda selalu #UpToDate.






