Toprank Media
  • Otomotif
  • Electronic
  • Interior
  • Lifestyle
  • Finance
  • Beauty
  • Finance
  • Internet
  • Travel
  • Food
  • Login
Toprank Media

Obligasi: Pengertian, Jenis, Keuntungan, Risiko & Cara Membelinya

Lili by Lili
August 27, 2026
in Finance
Reading Time: 10 mins read
A A
0
obligasi adalah

hwaObligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana dari investor dengan memberikan kupon serta mengembalikan pokok investasi saat jatuh tempo.

Instrumen ini menjadi salah satu pilihan investasi bagi orang yang ingin memperoleh pendapatan berkala sekaligus memiliki peluang mendapatkan keuntungan dari perubahan harga di pasar.

Namun, sebelum membeli obligasi, penting untuk memahami cara kerja, jenis, keuntungan, hingga risikonya. Dengan begitu, investor dapat memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko.

Daftar Isi

  • Apa itu Obligasi?
  • Contoh Obligasi Sederhana
  • Bagaimana Cara Kerja Obligasi?
  • Karakteristik Obligasi yang Perlu Dipahami
    • 1. Nilai Nominal
    • 2. Kupon
    • 3. Jangka Waktu
    • 4. Jadwal Pembayaran
    • 5. Jatuh Tempo
  • Jenis-Jenis Obligasi
    • 1. Obligasi Pemerintah
    • 2. Obligasi Korporasi
    • 3. Obligasi Ritel
    • 4. Obligasi Syariah atau Sukuk
    • 5. Obligasi Konversi
    • 6. Obligasi Tanpa Kupon
  • Apa Keuntungan Investasi Obligasi?
    • 1. Mendapatkan Pendapatan dari Kupon
    • 2. Berpeluang Mendapatkan Capital Gain
    • 3. Pokok Investasi Dapat Dikembalikan Saat Jatuh Tempo
    • 4. Dapat Menjadi Bagian dari Diversifikasi
  • Risiko Investasi Obligasi
    • 1. Risiko Gagal Bayar
    • 2. Risiko Suku Bunga
    • 3. Risiko Capital Loss
    • 4. Risiko Likuiditas
    • 5. Risiko Inflasi
  • Cara Membeli Obligasi
  • Apakah Obligasi Cocok untuk Pemula?
  • Obligasi vs Saham, Apa Bedanya?
  • Kesimpulan
  • FAQ Seputar Obligasi
    • Apa itu obligasi?
    • Apa contoh obligasi di Indonesia?
    • Apakah obligasi menguntungkan?
    • Apakah obligasi aman untuk pemula?
    • Apakah obligasi bisa dijual sebelum jatuh tempo?
    • Apa perbedaan obligasi dan sukuk?

Apa itu Obligasi?

Obligasi adalah instrumen investasi berbentuk surat utang yang menunjukkan adanya kewajiban penerbit kepada pemegangnya. Penerbit dapat berupa pemerintah, perusahaan, maupun lembaga tertentu yang membutuhkan pendanaan.

Saat membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan dana kepada penerbit. Sebagai imbalannya, investor memperoleh kupon sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Ketika mencapai tanggal jatuh tempo, nilai pokok investasi akan dikembalikan kepada pemegang obligasi sesuai perjanjian.

Baca juga: Apa Saja 10 Saham Bank Digital Terbaik 2026? Ini Daftar & Analisisnya

Jangka waktu obligasi atau tenor dapat berbeda-beda, mulai dari beberapa bulan hingga puluhan tahun, tergantung produk yang diterbitkan.

Contoh Obligasi Sederhana

Misalnya, sebuah obligasi memiliki nilai nominal Rp1.000.000, kupon tetap 6% per tahun, dan tenor 5 tahun.

Jika kupon dibayarkan satu kali dalam setahun, maka investor berpotensi menerima:

  • Nilai investasi: Rp1.000.000
  • Kupon: 6% per tahun
  • Kupon tahunan: Rp60.000
  • Tenor: 5 tahun
  • Nilai pokok yang dikembalikan saat jatuh tempo: Rp1.000.000

Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi sederhana. Dalam praktiknya, jumlah bersih yang diterima investor dapat dipengaruhi pajak, harga pembelian, biaya transaksi, serta ketentuan produk.

Bagaimana Cara Kerja Obligasi?

Cara kerja obligasi cukup sederhana. Penerbit membutuhkan dana, kemudian menawarkan surat utang kepada investor. Setelah dana diterima, penerbit memiliki kewajiban untuk membayar kupon dan mengembalikan pokok sesuai jadwal.

Secara umum, alurnya sebagai berikut:

  1. Pemerintah atau perusahaan menerbitkan obligasi.
  2. Investor membeli obligasi melalui saluran yang tersedia.
  3. Investor menerima kupon sesuai jadwal pembayaran.
  4. Obligasi dapat disimpan sampai jatuh tempo atau dijual di pasar sekunder jika produk tersebut dapat diperdagangkan.
  5. Saat jatuh tempo, penerbit mengembalikan nilai pokok kepada investor sesuai ketentuan.

Karena itu, sebelum membeli, investor perlu memperhatikan nilai nominal, harga beli, kupon, tenor, jadwal pembayaran, jatuh tempo, dan risiko penerbit.

Karakteristik Obligasi yang Perlu Dipahami

Setiap obligasi memiliki karakteristik yang menentukan cara investasi tersebut memberikan imbal hasil. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Nilai Nominal

Nilai nominal merupakan jumlah pokok yang menjadi dasar kewajiban penerbit untuk dibayarkan kepada investor saat jatuh tempo, sesuai ketentuan produk.

Ingat bahwa nilai ini berbeda dengan harga pasar. Obligasi yang diperdagangkan di pasar sekunder dapat memiliki harga di atas atau di bawah nilai nominal.

2. Kupon

Kupon merupakan imbal hasil yang dibayarkan penerbit kepada pemegang obligasi.

Berdasarkan mekanismenya, kupon dapat berupa:

  • Kupon tetap (fixed rate): persentasenya tidak berubah selama periode yang ditentukan.
  • Kupon mengambang (floating rate): besarnya dapat berubah mengikuti acuan tertentu.
  • Tanpa kupon (zero coupon): tidak memberikan pembayaran kupon secara berkala dan keuntungan berasal dari perbedaan harga pembelian dengan nilai yang diterima saat jatuh tempo.

3. Jangka Waktu

Tenor menunjukkan berapa lama obligasi berlangsung hingga mencapai tanggal jatuh tempo.

Investor perlu menyesuaikan tenor dengan kebutuhan dana. Jika dana akan digunakan dalam waktu dekat, obligasi dengan jangka waktu panjang perlu dipertimbangkan lebih cermat.

Baca juga: Perencanaan Keuangan Masa Depan: Cara Cerdas Mengatur Finansial agar Hidup Lebih Tenang

4. Jadwal Pembayaran

Pembayaran kupon dilakukan sesuai ketentuan penerbit. Frekuensinya dapat berbeda pada setiap produk, misalnya bulanan, tiga bulanan, atau enam bulanan.

5. Jatuh Tempo

Jatuh tempo adalah tanggal ketika kewajiban pokok obligasi harus dibayarkan kepada pemegangnya sesuai ketentuan penerbitan.

Jika investor memegang obligasi hingga jatuh tempo, pengembalian pokok mengikuti nilai yang telah ditetapkan dalam ketentuan produk, selama penerbit memenuhi kewajibannya.

Jenis-Jenis Obligasi

Obligasi dapat dikelompokkan berdasarkan penerbit, karakteristik pembayaran, nominal, maupun prinsip pengelolaannya. Berikut jenis yang umum dikenal.

1. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk memperoleh pembiayaan.

Di Indonesia, instrumen ini termasuk dalam kelompok Surat Berharga Negara (SBN). Contohnya antara lain:

  • Surat Utang Negara (SUN)
  • Obligasi Negara Ritel (ORI)
  • Sukuk Negara Ritel (SR)
  • Sukuk Tabungan (ST)

Karena diterbitkan pemerintah, karakteristik risiko kreditnya berbeda dengan obligasi korporasi. Namun, bukan berarti investor bebas dari seluruh risiko investasi.

2. Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan perusahaan untuk memperoleh pendanaan.

Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti ekspansi bisnis, modal kerja, refinancing, maupun pembiayaan proyek.

Risikonya bergantung pada kondisi dan kemampuan keuangan penerbit. Karena itu, investor perlu memperhatikan reputasi perusahaan, laporan keuangan, peringkat kredit, kupon, tenor, serta ketentuan obligasi sebelum membeli.

3. Obligasi Ritel

Obligasi ritel dirancang agar dapat diakses oleh investor individu dengan nilai pembelian yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sebagian obligasi institusional.

Di Indonesia, pemerintah memiliki berbagai produk SBN ritel dengan karakteristik berbeda, sehingga investor perlu membaca ketentuan setiap seri sebelum melakukan pembelian.

4. Obligasi Syariah atau Sukuk

Sukuk merupakan surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

Berbeda dengan obligasi konvensional yang menggunakan konsep bunga atau kupon, sukuk menggunakan mekanisme imbalan sesuai akad dan struktur yang ditetapkan.

Contohnya adalah Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) yang diterbitkan pemerintah.

5. Obligasi Konversi

Obligasi konversi merupakan surat utang yang memiliki fitur untuk dikonversikan menjadi saham perusahaan penerbit berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan.

Instrumen ini menggabungkan karakteristik surat utang dengan peluang memperoleh manfaat dari kepemilikan saham.

6. Obligasi Tanpa Kupon

Obligasi tanpa kupon atau zero coupon bond tidak memberikan pembayaran bunga secara berkala.

Keuntungan investor berasal dari selisih antara harga pembelian dengan nilai yang diterima ketika obligasi jatuh tempo atau dijual, sesuai karakteristik produknya.

Apa Keuntungan Investasi Obligasi?

Obligasi memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menarik bagi investor. Potensi manfaatnya antara lain:

1. Mendapatkan Pendapatan dari Kupon

Investor dapat memperoleh pembayaran kupon secara berkala sesuai ketentuan obligasi.

Pendapatan ini menjadi salah satu alasan obligasi sering digunakan sebagai bagian dari strategi investasi yang mengutamakan arus kas berkala.

Baca juga: Investasi Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Cara Memulai, Keuntungan, dan Tips Sukses untuk Pemula

2. Berpeluang Mendapatkan Capital Gain

Jika obligasi diperdagangkan di pasar sekunder, investor dapat memperoleh capital gain ketika menjualnya pada harga lebih tinggi dibandingkan harga pembelian.

Contohnya, investor membeli obligasi seharga Rp1.000.000. Kemudian harga pasar meningkat menjadi Rp1.050.000. Jika obligasi dijual pada harga tersebut, terdapat potensi keuntungan harga sebesar Rp50.000 sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak yang berlaku.

Namun, harga obligasi juga dapat turun. Artinya, capital gain bukan keuntungan yang pasti.

3. Pokok Investasi Dapat Dikembalikan Saat Jatuh Tempo

Apabila obligasi disimpan hingga jatuh tempo, penerbit berkewajiban mengembalikan nilai pokok sesuai ketentuan yang berlaku.

Misalnya, investor membeli obligasi dengan nilai nominal Rp10 juta dan memegangnya sampai jatuh tempo. Jika penerbit memenuhi kewajibannya, pokok tersebut akan dibayarkan kembali sesuai ketentuan produk.

4. Dapat Menjadi Bagian dari Diversifikasi

Obligasi dapat digunakan untuk melengkapi portofolio yang terdiri dari berbagai instrumen investasi.

Dengan melakukan diversifikasi, investor tidak hanya bergantung pada satu jenis aset untuk mencapai tujuan keuangannya.

Risiko Investasi Obligasi

Meskipun sering dianggap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan saham, obligasi tetap bukan investasi tanpa risiko.

Berikut beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

1. Risiko Gagal Bayar

Default risk terjadi ketika penerbit tidak mampu memenuhi kewajibannya, baik pembayaran kupon maupun pengembalian pokok.

Risiko ini perlu mendapat perhatian terutama pada obligasi korporasi karena kondisi keuangan setiap perusahaan berbeda.

2. Risiko Suku Bunga

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi di pasar sekunder.

Secara umum, ketika suku bunga pasar meningkat, harga obligasi yang sudah beredar cenderung mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga obligasi yang sudah diterbitkan dapat menjadi lebih menarik.

Risiko ini terutama penting bagi investor yang berencana menjual obligasi sebelum jatuh tempo.

3. Risiko Capital Loss

Capital loss terjadi ketika obligasi dijual dengan harga lebih rendah daripada harga pembeliannya.

Contohnya, investor membeli obligasi seharga Rp1.000.000, kemudian menjualnya ketika harga pasar turun menjadi Rp950.000. Artinya, terdapat potensi kerugian harga sebesar Rp50.000, belum memperhitungkan biaya dan pajak.

4. Risiko Likuiditas

Likuiditas menunjukkan seberapa mudah suatu obligasi diperjualbelikan.

Jika transaksi suatu obligasi relatif sepi, investor mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pembeli atau harus menerima harga yang kurang menguntungkan ketika ingin menjualnya.

5. Risiko Inflasi

Inflasi dapat mengurangi daya beli dari pendapatan investasi.

Misalnya, investor memperoleh kupon 5% per tahun, sementara inflasi berada di atas tingkat tersebut. Secara riil, pertumbuhan daya beli dari pendapatan investasi menjadi lebih rendah.

Cara Membeli Obligasi

Cara membeli obligasi bergantung pada jenis instrumen yang dipilih.

Untuk SBN ritel, investor umumnya perlu memiliki akun pada mitra distribusi yang ditunjuk dan mengikuti periode penawaran yang tersedia.

Sementara itu, obligasi yang diperdagangkan di pasar sekunder dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas atau platform yang menyediakan transaksi produk tersebut.

Secara umum, langkahnya meliputi:

  1. Tentukan tujuan investasi dan jangka waktu.
  2. Pilih jenis obligasi yang sesuai.
  3. Pelajari kupon, tenor, jatuh tempo, nilai nominal, dan ketentuan transaksi.
  4. Periksa risiko serta kondisi penerbit.
  5. Pastikan platform atau lembaga yang digunakan resmi.
  6. Lakukan pembelian sesuai dana yang telah dialokasikan.
  7. Pantau pembayaran kupon dan perkembangan investasi.

Investor sebaiknya tidak hanya melihat besarnya kupon. Kupon tinggi dapat disertai risiko yang lebih besar, terutama pada obligasi korporasi.

Apakah Obligasi Cocok untuk Pemula?

Obligasi dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor pemula yang ingin mengenal instrumen fixed income.

Namun, menentukan apakah obligasi cocok atau tidak sebaiknya tidak hanya berdasarkan tingkat keuntungan. Pertimbangkan juga:

  • tujuan investasi;
  • jangka waktu;
  • kebutuhan likuiditas;
  • kemampuan menanggung risiko;
  • kondisi penerbit;
  • ketentuan pencairan atau penjualan;
  • pajak dan biaya transaksi.

Untuk investor yang masih belajar, memahami cara kerja kupon, harga obligasi, jatuh tempo, dan risiko suku bunga merupakan langkah penting sebelum melakukan pembelian.

Baca juga: Dana Darurat Pelindung Keuangan yang Wajib Dimiliki

Obligasi vs Saham, Apa Bedanya?

Obligasi dan saham sama-sama dapat digunakan sebagai instrumen investasi, tetapi karakteristiknya berbeda.

Selain itu, obligasi menunjukkan hubungan utang antara penerbit dan investor. Investor berpotensi memperoleh kupon dan pengembalian pokok sesuai ketentuan.

Sementara itu, saham menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan. Keuntungan investor saham umumnya berasal dari kenaikan harga dan dividen jika perusahaan membagikannya.

Perbedaan tersebut membuat tingkat risiko, potensi imbal hasil, serta cara pengelolaannya juga berbeda.

Kesimpulan

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari investor. Sebagai pemegang obligasi, investor berpotensi memperoleh kupon secara berkala dan menerima kembali nilai pokok ketika instrumen mencapai jatuh tempo, sesuai ketentuan serta kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya.

Jenis obligasi cukup beragam, mulai dari obligasi pemerintah, obligasi korporasi, obligasi ritel, sukuk, obligasi konversi, hingga zero coupon bond.

Keuntungannya dapat berasal dari kupon dan capital gain, sedangkan risikonya mencakup gagal bayar, perubahan suku bunga, capital loss, likuiditas, serta inflasi.

Sebelum membeli, jangan hanya melihat besarnya imbal hasil. Pastikan kamu memahami jenis obligasi, penerbit, tenor, kupon, harga beli, jatuh tempo, likuiditas, biaya, dan risiko. Dengan pemahaman tersebut, obligasi dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari strategi diversifikasi investasi sesuai tujuan keuangan dan profil risiko.

FAQ Seputar Obligasi

Apa itu obligasi?

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan pendanaan dari investor. Pemegangnya dapat menerima kupon dan pengembalian pokok sesuai ketentuan.

Apa contoh obligasi di Indonesia?

Contoh obligasi di Indonesia antara lain Obligasi Negara Ritel (ORI), Surat Utang Negara (SUN), obligasi korporasi, Sukuk Negara Ritel (SR), dan Sukuk Tabungan (ST).

Apakah obligasi menguntungkan?

Obligasi berpotensi memberikan keuntungan melalui kupon dan capital gain. Namun, hasil investasi tidak selalu sama karena dipengaruhi harga pembelian, jenis produk, kondisi pasar, biaya, pajak, serta risiko penerbit.

Apakah obligasi aman untuk pemula?

Obligasi dapat menjadi pilihan bagi pemula, tetapi tingkat keamanan dan risikonya berbeda pada setiap produk. Investor tetap perlu memahami karakteristik serta kondisi penerbit sebelum membeli.

Apakah obligasi bisa dijual sebelum jatuh tempo?

Beberapa obligasi dapat dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Namun, harga jual dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga pembelian sehingga investor berpotensi memperoleh capital gain maupun capital loss.

Apa perbedaan obligasi dan sukuk?

Obligasi konvensional menggunakan mekanisme kupon atau bunga, sedangkan sukuk diterbitkan dengan struktur dan akad yang mengikuti prinsip syariah serta memberikan imbalan sesuai ketentuan akadnya.


Dapatkan informasi terbaru dan insight bermanfaat seputar otomotif, elektronik, interior, lifestyle, finance, dan beauty melalui Toprank Media.

Previous Post

Surat Lamaran Kerja: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Cara Membuatnya

Related Posts

dana dururat
Finance

Dana Darurat Pelindung Keuangan yang Wajib Dimiliki

July 27, 2026
Investasi Reksa Dana
Finance

Investasi Reksa Dana: Pengertian, Jenis, Cara Memulai, Keuntungan, dan Tips Sukses untuk Pemula

July 20, 2026
Tips Bebas Hutang
Finance

5 Tips Bebas Hutang Hanya dalam 30 Hari: Strategi Cepat & Realistis untuk Kembali Tenang Finansial

June 29, 2026
Perencanaan Keuangan Masa Depan
Finance

Perencanaan Keuangan Masa Depan: Cara Cerdas Mengatur Finansial agar Hidup Lebih Tenang

June 20, 2026
investasi untuk karyawan
Finance

Investasi untuk Karyawan: Pilihan Instrumen dan Tips Mengelola Gaji agar Keuangan Lebih Aman

May 24, 2026
Peringkat Bank Digital di Indonesia: 8 Bank Digital Terbaik dari Segi Keuntungan dan Keamanannya
Finance

Peringkat Bank Digital di Indonesia: 8 Bank Digital Terbaik dari Segi Keuntungan dan Keamanannya

May 22, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BROWSE BY TOPICS

Beauty Education Electronic Entertainment Finance Food Game Interior Internet Lifestyle Movie News Otomotif Sport Top 10 Brand Travel

Latest articles

  • Obligasi: Pengertian, Jenis, Keuntungan, Risiko & Cara Membelinya
  • Surat Lamaran Kerja: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Cara Membuatnya
  • Jurusan Dengan Prospek Kerja Tinggi, Pilihan Kuliah yang Banyak Dibutuhkan Dunia Kerja
  • 10 Rekomendasi Body Lotion Terbaik untuk Kulit Lembap dan Terawat
  • Film Bioskop 2026: Daftar Film Terbaru, Jadwal Tayang, dan Rekomendasi
  • 15 Toner Terbaik untuk Wajah: Pilihan Hydrating hingga Brightening
  • 12 Tips Kecantikan Alami yang Efektif untuk Kulit Sehat dan Glowing dan Awet Muda
  • 13 Drama China Historical Romantis Terbaik, Kisah Cinta Kerajaan yang Bikin Susah Move On
  • Dana Darurat Pelindung Keuangan yang Wajib Dimiliki
  • 200+ Nama Akun Mobile Legends Keren 2026, Unik, Aesthetic, dan Anti Mainstream

Category

  • Beauty
  • Education
  • Electronic
  • Entertainment
  • Finance
  • Food
  • Game
  • Interior
  • Internet
  • Lifestyle
  • Movie
  • News
  • Otomotif
  • Sport
  • Top 10 Brand
  • Travel
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Beauty
  • Otomotif
  • Finance
  • Internet
  • Interior
  • Travel
  • Food

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.