Toprank Media
  • Otomotif
  • Electronic
  • Interior
  • Lifestyle
  • Finance
  • Beauty
  • Finance
  • Internet
  • Travel
  • Food
  • Login
Toprank Media

Istana Kepresidenan di IKN Viral di Medsos, Begini Ulasan Sebenarnya

Istana Garuda IKN Ternyata Punya Makna Filosofis Mendalam!

Aini by Aini
August 27, 2024
in News
Reading Time: 10 mins read
A A
0
Istana Kepresidenan

Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tenfagh menjadi sorotan di media sosial, dengan banyak ulasan dan foto-foto yang beredar. Istana ini, yang sedang dalam proses pembangunan, telah dikunjungi langsung oleh Presiden Joko Widodo, yang meninjau langsung kawasan Istana Kepresidenan dan mengajak awak media untuk melihat ruangan-ruangan yang ada di sana, termasuk Kantor Presiden. Pembangunan IKN, termasuk Istana Kepresidenan, dipandang sebagai proyek yang signifikan dalam sejarah Indonesia. Meskipun demikian, ternyata Istana yang masih dalam proses pembangunan ini cukup menuai kritikan dari para netizen karena desainnya yang dianggap jauh dari rencana awal dan tidak mirip dengan lambang garuda. Namun, bagaimanakah penjelasan dan fakta sebenarnya? simak ulasan berikut ini sampai habis, ya.

Daftar Isi

  • Siapa Desainer Istana Kepresidenan di IKN? 
  • Mengapa Memilih Burung Garuda sebagai Latar Istana Kepresidenan di IKN? 
  • Mengenal Bagian Penting Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara
  • Detail Desain Istana Garuda di IKN 
    • 1. Desain Unik dengan Sayap Garuda
    • 2. Makna Filosofis Garuda yang Merunduk
    • 3. Pelestarian Lingkungan dalam Pembangunan
    • 4. Penghijauan dan Suasana Asri
    • 5. Ruang Tunggu yang Nyaman Tanpa AC
    • 6. Tanggapan terhadap Kritik Publik
  • Penting: Penjelasan dari Menteri PUPR tentang Istana Kepresidenan 

Siapa Desainer Istana Kepresidenan di IKN? 

Ya! Dalam tempo yang lalu, desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan telah resmi dipilih. Bentuk megah burung Garuda yang mengepakkan sayap, hasil karya seniman Nyoman Nuarta, telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Nyoman Nuarta (@nyoman_nuarta)

Desain yang dinamakan Istana Garuda ini akan menjadi bagian dari Istana Kepresidenan Nusantara, yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 55,7 hektar dengan luas tapak mencapai 334.200 meter persegi.

“Istana Garuda dirancang sebagai “rumah” yang terinspirasi oleh sosok burung Garuda. Lebih dari sekadar menjadi penanda kawasan, desain ini mencerminkan perpaduan sempurna antara seni, sains, dan teknologi. Perpaduan tersebut sering kali menjadi ciri khas dari bangunan-bangunan ikonik dunia.

Tentu saja, desain Istana Garuda akan diwujudkan dengan memperhatikan keindahan estetika, fungsi, serta dampak positifnya bagi kemajuan pariwisata Indonesia,” ungkap Nuarta yang dilansir dari laman resmi kemenparekraf.

Baca Juga: Kunto Aji Jadi Petugas Upacara HUT ke-79 RI di Semarang, Bikin Heboh Siswa SMA!

Mengapa Memilih Burung Garuda sebagai Latar Istana Kepresidenan di IKN? 

Sebagai informasi tambahan, Nuarta menjelaskan bahwa burung Garuda dipilih sebagai inspirasi desain karena ia memiliki makna mendalam bagi Indonesia. Garuda adalah simbol persatuan dalam keberagaman—melambangkan seluruh perbedaan adat, keyakinan, dan budaya yang ada di negeri ini. Sebagai bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika, Garuda menjadi simbol kuat yang menyatukan bangsa.

“Presiden akan berkantor di Istana Garuda, seolah berada di garis depan dalam memimpin bangsa ini menuju cita-cita luhur keadilan sosial dan kemakmuran bersama. Secara simbolis, Istana Garuda mengandung makna keindahan, keramahan, kemandirian, dan kewibawaan, sebagai representasi seorang pemimpin dari bangsa yang besar,” lanjut Nuarta.

Nyoman Nuarta juga mengklaim bahwa Istana Garuda akan menjadi istana presiden pertama di dunia yang dibangun sebagai karya seni monumental. Secara teknologis, Istana Garuda akan menggunakan teknologi pembuatan patung yang telah dipatenkan, menjadikannya inovasi arsitektur yang menggabungkan keindahan seni dengan kemajuan teknologi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ibu Kota Nusantara (@ikn_id)

“Bangunan burung Garuda yang menjadi pusat dari Istana Garuda akan dibangun dari kerangka baja, dengan lapisan tembaga, kuningan, galyalum, dan kaca. Seiring waktu, tembaga dan kuningan akan mengalami proses oksidasi, berubah menjadi hijau tosca yang elegan,” jelas Nuarta.

Seniman asal bali tersebut juga berharap, pembangunan Istana Kepresidenan ini dapat menjadi magnet baru bagi pariwisata, dan secara bersamaan, mendorong perkembangan wilayah Kalimantan Timur. Istana Garuda akan menjadi simbol transformasi, mengubah wajah pulau yang sebelumnya jarang tersentuh pembangunan.

“Harapannya, Istana Garuda akan menjadi rumah bagi seluruh rakyat Indonesia, tempat di mana nilai-nilai keadaban, perdamaian, persaudaraan, dan persatuan dapat tumbuh dan berkembang, membawa bangsa ini menuju masa depan yang kuat dan gemilang,” tutup Nuarta.

Baca Juga: Memahami Gempa Bumi Megathrust, BMKG Prediksi Terjadi di Indonesia?

Mengenal Bagian Penting Istana Kepresidenan di Ibu Kota Negara

Istana Kepresidenan yang baru akan didirikan di kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan ini mencakup 100 hektare. Namun, hanya 8% dari luas tersebut yang akan digunakan untuk bangunan, sementara 92% sisanya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. Istana Kepresidenan ini akan mencakup beberapa bangunan utama, di antaranya:

  1. Lapangan Upacara

  2. Bangunan Istana

  3. Bangunan Kantor Presiden

  4. Bangunan Kantor Sekretariat Presiden

  5. Bangunan Kantor Staf Khusus

  6. Bangunan Paviliun Presiden

  7. Bangunan Wisma Negara

  8. Bangunan Mess Paspampres

  9. Bangunan Masjid

  10. Bangunan Museum/ Edukasi

  11. Bangunan-bangunan Pendukung

  12. Bangunan Check Point

  13. Botanical Garden

istana-kepresidenan

Detail Desain Istana Garuda di IKN 

Bangunan Kantor Presiden (Istana Garuda) direncanakan akan berdiri megah di atas lahan seluas 3,5 hektare dengan ketinggian empat lantai. Gedung ini akan menjadi yang tertinggi di kawasan tersebut, menandai kehadirannya yang dominan di antara seluruh kompleks Istana Kepresidenan.

“Jika setiap ruang di Bangunan Kantor Presiden ini dimanfaatkan dengan optimal, maka gedung yang arsitekturnya terinspirasi dari sosok Garuda ini akan menjadi ikon baru bagi kawasan tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas sehari-hari presiden, tapi juga menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Indonesia,” ujar Nuarta.

Berdasarkan informasi dari Kompas.com, rancangan desain Nyoman Nuarta ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo pada Januari 2022, melalui sebuah sayembara.

Keterlibatan Nuarta dalam kompetisi ini dimulai ketika Kementerian PUPR mengundangnya bersama 20 arsitek lainnya untuk mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan sayembara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, meskipun hanya lima arsitek yang hadir pada saat itu.

Berikut adalah rangkuman poin-poin dan penjelasan dari desain Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN):

1. Desain Unik dengan Sayap Garuda

  • Istana Garuda memiliki desain yang mencolok, di mana sayap-sayap lebar dan berlapis membingkai kepala Garuda yang merunduk. Desain ini bertujuan untuk melambangkan perlindungan bangsa Indonesia oleh Garuda, lambang negara.

2. Makna Filosofis Garuda yang Merunduk

  • Perancang Nyoman Nuarta menjelaskan bahwa kepala Garuda yang merunduk melambangkan sikap rendah hati dan perlindungan. Ia menolak anggapan bahwa kepala Garuda yang mendongak bisa dianggap sombong, sehingga ia memilih untuk membuat sayapnya memeluk, memberikan kesan melindungi.

3. Pelestarian Lingkungan dalam Pembangunan

  • Nyoman memastikan bahwa pembangunan Istana Garuda tidak merusak bentuk asli bukit di lokasi tersebut. Bukit tetap dipertahankan, sehingga Istana Garuda berdiri di atas bukit dengan ketinggian yang terjaga, mencapai 70 meter dari puncak bangunan.

4. Penghijauan dan Suasana Asri

  • Sekitar Istana Garuda akan ditanami berbagai tanaman untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri. Ini menambah kenyamanan serta keindahan alam di sekitar istana.

5. Ruang Tunggu yang Nyaman Tanpa AC

  • Ruang tunggu tamu di Istana Garuda dirancang unik, seakan melayang di antara tebing dan langit-langit setinggi 30 meter. Dengan desain ini, suhu dalam ruangan bisa turun drastis, membuatnya tetap sejuk meskipun tanpa penggunaan AC, menambah kenyamanan pengunjung.

6. Tanggapan terhadap Kritik Publik

  • Nyoman Nuarta menanggapi kritik publik terhadap desain Istana Garuda dengan bijak, meminta agar opini yang muncul bersifat konstruktif dan tidak dikaitkan dengan isu agama. Dia juga menekankan pentingnya menciptakan karya yang layak dilihat di tingkat nasional dan internasional.

Baca Juga: Top 10 Rekomendasi Film tentang Kemerdekaan Indonesia, Keren Semua!

Penting: Penjelasan dari Menteri PUPR tentang Istana Kepresidenan 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ibu Kota Nusantara (@ikn_id)

Ya! melansir dari detik news, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, akhirnya memberikan tanggapan terkait desain Istana Garuda yang sempat menuai perdebatan karena dianggap menyerupai kelelawar. Dengan tenang, Basuki menjelaskan bahwa kerangka besi yang menjadi fondasi dari Istana Garuda ini nantinya akan mengalami proses oksidasi, yang secara perlahan akan mengubah warna bangunan menjadi hijau.

“Menurut Pak Nyoman Nuarta, desainer Istana Garuda, nanti setelah proses oksidasi, warnanya akan berubah menjadi hijau, mirip dengan patung GWK di Bali,” ungkap Basuki di kantor Kemensetneg, Jakarta, pada hari Selasa (6/8).

Basuki juga menambahkan bahwa bahan perunggu yang digunakan dalam bangunan tersebut akan bereaksi dengan cairan tertentu, menyebabkan proses oksidasi yang pada akhirnya memberikan warna hijau alami. “Ya, itu perunggu yang nantinya akan terkena cairan khusus, sehingga saat teroksidasi, warnanya akan berubah menjadi hijau. Sama persis seperti di GWK,” lanjutnya.

Namun, proses ini tidak akan terjadi dalam sekejap. Diperlukan waktu agar lambang Garuda benar-benar mencapai warna hijaunya yang diidamkan. Meski demikian, Basuki tidak merinci berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses oksidasi tersebut. “Tentu saja, butuh waktu,” pungkasnya.


Dan untuk Anda yang ingin mendapatkan update terpercaya seputar News, Movie, Education, Otomotif, Electronic, Interior, Lifestyle, Finance, Beauty, Internet, Travel, Health dan Food, Anda dapat terus pantau toprankmedia.id. Disini, kami selalu menghadirkan informasi terkini dan terpercaya yang pastinya bermanfaat bagi Anda. Jangan lewatkan konten menarik lainnya hanya di toprankmedia.id!

Previous Post

Kunto Aji Jadi Petugas Upacara HUT ke-79 RI di Semarang, Bikin Heboh Siswa SMA!

Next Post

Mengenal Sosok Nyoman Nuarta, Seniman Asal Bali Desainer Istana Garuda IKN

Related Posts

korban kecelakaan kereta bekasi
News

Daftar Terbaru Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Total 16 Orang

April 30, 2026
sinyal kecelakaan kereta bekasi
News

KNKT Selidiki Dugaan Sinyal Bermasalah di Balik Kecelakaan Kereta di Bekasi

April 30, 2026
kecelakaan kereta bekasi timur
News

Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi Momentum Pemerintah Benahi Sistem Transportasi Publik

April 30, 2026
16 Mahasiswa Universitas Indonesia Dinonaktifkan
News

Skandal Chat Mesum FHUI

April 17, 2026
berapa upah minimum provinsi
Finance

Berapa Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026? Ini Update Selengkapnya!

December 31, 2025
Lowongan BCA
News

Lowongan BCA Terbaru 2026: Management Trainee Dibuka untuk S1–S2!

December 31, 2025

BROWSE BY TOPICS

Beauty Education Electronic Entertainment Finance Food Game Interior Internet Lifestyle Movie News Otomotif Sport Top 10 Brand Travel

Latest articles

  • Etika Dunia Kerja: Pengertian, Manfaat, dan 10 Sikap Profesional yang Wajib Diterapkan
  • 3 Hero ML Winrate Tertinggi di Meta Saat Ini, Wajib Spam Buat Push Rank!
  • Daftar Terbaru Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Total 16 Orang
  • KNKT Selidiki Dugaan Sinyal Bermasalah di Balik Kecelakaan Kereta di Bekasi
  • Kecelakaan Kereta di Bekasi Jadi Momentum Pemerintah Benahi Sistem Transportasi Publik
  • Persiapan Dunia Kerja: Panduan untuk Mahasiswa agar Siap Bersaing dan Sukses Berkarier
  • Tantangan Dunia Kerja Generasi Z: Adaptasi, Peluang, dan Cara Menjadi Unggul di Era Modern
  • Mengatasi Burnout di Dunia Kerja: Penyebab, Gejala, dan Cara Efektif Mengembalikan Semangat Kerja
  • Cara Menghadapi Toxic Workplace: Kenali Ciri, Dampak, dan Strategi Mengatasinya
  • Dampak AI Terhadap Dunia Kerja: Ancaman atau Peluang di Era Transformasi Digital?

Category

  • Beauty
  • Education
  • Electronic
  • Entertainment
  • Finance
  • Food
  • Game
  • Interior
  • Internet
  • Lifestyle
  • Movie
  • News
  • Otomotif
  • Sport
  • Top 10 Brand
  • Travel
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Beauty
  • Otomotif
  • Finance
  • Internet
  • Interior
  • Travel
  • Food

©2025 Copyright by Toprank Media Group.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
 

Loading Comments...